,

Daerah Harus Berperan Aktif Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

JAKARTA – Pemerintah daerah diharapkan ikut berperan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Para nelayan di daerah harus diarahkan untuk berkembang dan untuk memperoleh nilai tambah dari usahanya.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Bidang Kemaritiman, H Firmandez, Senin, 8 Mei 2017. Menurut politisi asal Aceh ini, sudah saatnya nelayan diajak untuk maju dengan meninggalkan cara-cara konvensional dalam berusaha.

“Untuk mendukung itu tentu pemerintah daerah harus membangkitkan industri maritim, program di daerah harus terkoneksi dengan program pemerintah agar Indonesia sebagai poros maririm dunia benar-benar terwujud,” harap Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini.

Anggota DPR RI asal Aceh ini melanjutkan, untuk mendongkrak pembangunan di bidang maririm, pada Kamis, 4 Mei 2017 pemerintah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Rakornas ini dibuka Presiden Joko Widodo.

Menurut H Firmandez, dalam Rakornas tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan tentang pentingnya segera mengejar ketertinggalan dalam teknologi kelautan dan perikanan.

Rakornas tersebut ikut dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Johan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, serta para duta besar, Gubernur, Walikota dan Bupati se-Indonesia.

“Rakornas juga menekankan agar semua daerah dapat bekerjasama dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Daerah harus membuat program dan terobosan di bidang ekonomi maritim,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *