,

Cuaca Buruk Landa Aceh, BMKG Warning Nelayan

TAPAKTUAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan para nelayan untuk waspada, pasalnya cuaca buruk mulai melanda Aceh belakangan ini, khususnya wilayah pantai barat-selatan Aceh.

BMKG Stasiun Nagan Raya-Meulaboh, menyebutkan prakiraan cuaca di wilayah pantai barat selatan Aceh sepanjang beberapa pekan ke depan akan diterpa hujan ringan dan sedang dengan ketinggian ombak laut mencapai 1,25 meter hinga 3 meter.

“Prakiraan cuaca di pantai barat-selatan dari tanggal 17-19 Oktober 2016 diterpa hujan. Siang hari terjadi hujan ringan, malamnya hujan sedang. Ketinggian gelombang laut mencapi tiga meter. Ketinggian permukaan air laut mencapai 3.000 feet, angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 0-30 km/jam. Suhu 21-32 derajat celsius dengan kelembaban 80-96 persen,” jelas Kepala BMKG Kelas III Tjut Nyak Dien, Nagan Raya-Meulaboh, Edi Darlupti, Senin, 17 OKtober 2016.

Menurut dia, berdasarkan data yang dirilis Forecaster on Duty Meulaboh, tekanan rendah prakiraan cuaca sepanjang beberapa pekan ke depan terjadi di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera. Dengan adanya belokan serta pertemuan angin di pesisir barat Aceh dan Selat Malaka, akan memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi akan terjadi curah hujan.

“Prediksi hujan ringan bisa berpotensi terjadinya hujan lebat di wilayah barat-selatan. Karenanya, BMKG meminta masyarakat selalu waspada, terutama di kawasan rawan longsor dan banjir khususnya bagi para nalayan yang akan melaut supaya meningkatkan kewaspadaannya,” harap Edi Darlupti.

Sejak dilanda hujan, pasang purnama disertai ombak tinggi dan angin kencang beberapa hari terakhir, para nelayan tradisional yang menggunakan boat ukuran tonase kecil enggan turun melaut. Dampaknya, hasil tangkapan ikan menurun dratis dan harga ikan di pasar terus naik.

“Sejak cuaca ekstrim, harga ikan melonjak. Situasi ini disebabkan nelayan tidak melaut. Kalaupun ada ikan hanya jenis tongkol kecil-kecil dengan harga Rp 25.000-Rp30.000 per kilogram,” ungkap Mustafa Kamal warga Samadua.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *