Cicah Majik Kuliner Khas Gayo di Bulan Ramadan

0
419
Pertik dan Majik, Kuliner Gayo saat Ramadhan

BLANGKEJEREN – Cicah majik yang dibuat dari putik nangka dan pucuk dedaunan segar, kuliner khas Gayo di bulan Ramadan yang menggugah selera. Makanan herbal ini juga diyakini ampuh untuk mengobati penyakit.

Cicah majik kerap disajikan ketika berbuka puasa. Menyantapnya saat berbuka akan membuat perut terasa enak, serta bisa mencegah sakit perut dan lambung. Jum, warga Blangkejeren meyakini makanan ini tidak ada di daerah lain, karena bahan-bahannya hanya ada di daerah pegunungan.

Membuat Cicah majik kata Jum tidaklah repot, hanya saja butuh sedikit perjalanan ke daerah pegunungan guna menemukan bermacam pucuk dedaunan segar. Bahan utama membuat cicah majik adalah majik itu sendiri yakni putik buah nangka yang berukuran kecil berwarna hijau. Satu porsi biasanya digunakan delapan majik, kemudian dicampur pucuk menet, pucuk cengkener, pucuk jambu kelutuk, dan pucuk baro.

Setelah dibersihkan majik beserta pucuk dari beberapa tanaman tersebut, semua bahannya langsung ditumbuk hingga halus, kemudian diberikan garam dan sedikit cabai sebagai perasa, setelah dicampur masukan sedikit air jeruk nipis, cicah majik pun siap dihidangkan.

Menurut Jum, rasa cicah majik ada rasa kelat, pahit, asam, pedas, dan asin. Cicah majik diyakini mampu mengobati bermacam penyakit, terutama sakit perut, mencret, dan mengobati pencernaan.

“Cicah Majik tidak ada dijual di warung ataupun di tempat orang yang menjual aneka jajanan berbuka, palingan kalau ada yang berminat, biasanya mencari tahu terlebih dahulu siapa yang bisa, barulah memesannya,” kata Jum.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here