Sunday, January 26, 2020

Cegah Kerusuhan Pemilu, Polisi Tembak Water Cannon ke Pengunjuk Rasa

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

TAPAKTUAN – Polisi menembakkan water cannon ke pengunjuk rasa perusuh pemilu di Lapangan Alun-alun depan kantor bupati, Jalan T. Ben Mahmud, Kota Tapaktuan, Selasa, 2 April 2019. Puluhan personil polisi memasang tameng untuk mencegah kerusuhan meluas.

Peritiwa itu terjadi pada simulasi sistem pengamanan (Sipam) Kota Tapaktuan menjelang hari “H” Pileg dan Pilpres tahun 2019. Simulasi yang melibatkan puluhan anggota Polres dari berbagai satuan, Brimob, Satlantas, Dishub, Satpol PP dan masyarakat itu.

“Kegiatan latihan ini merupakan rangkaian kesiapan kita menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” kata Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST kepada wartawan seusai kegiatan simulasi.

Polres Aceh Selatan mengerahkan puluhan anggota polisi dan masyarakat yang bertindak sebagai massa yang melancarkan aksi unjuk rasa memprotes hasil rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.

Skenario pengamanan dirancang seolah-olah tepat saat sedang berlangsungnya rapat pleno di Kantor KIP Aceh Selatan. Massa pendukung salah satu calon dalam jumlah banyak melancarkan aksi protes ke Kantor KIP karena tidak dapat menerima keputusan rapat pleno yang mengalahkan calon mereka.

Ada tiga tahapan skenario sistem pengendalian massa dan huru hara yang diterapkan Polres Aceh Selatan. Yakni, situasi hijau, situasi kuning dan situasi merah. Tim negosiator yang diterjunkan Polres Aceh Selatan untuk bernegosiasi dengan pengunjuk rasa tetap tak membuahkan hasil. Massa pun semakin bertambah, melihat situasi seperti itu, kemudian Kapolres memerintahkan escape terhadap komisioner KIP dan Panwas serta menurunkan dalmas dan menyiapkan PHH.

Meskipun telah disampaikan himbauan kepolisian, namun massa tidak peduli, malahan cenderung makin melakukan perlawanan. Akhirnya, Kasat Sabhara terpaksa menurunkan mobil water cannon guna mengurai massa. Tetapi bukannya membubarkan diri, justru massa semakin sulit dikendalikan. Massa mulai membakar ban – ban dan terus melempari petugas.

Karena situasi makin tak terkendali, maka atas persetujuan Kapolda Aceh, Kapolres Aceh Selatan meminta untuk melaksanakan lintas ganti dengan PHH Brimob.

Danki PHH Brimob memerintahkan petugas untuk melakukan pendorongan massa keluar area unjuk rasa. Kembali dilakukan penembakan water cannon dan gas air mata. Himbauan agar membubarkan diri tetap tidak di indahkan, bahkan massa mulai melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Sehingga, atas perintah Dantim Anti Anarkis, terpaksa dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian untuk melumpuhkan pengunjuk rasa dengan cara ditembak kakinya.

“Latihan pengamanan Pemilu seperti ini memang secara khusus digelar menjelang hari “H” dengan melibatkan personil gabungan dari berbagai satuan, untuk mengukur tingkat kesiapan kita jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” pungkas Kapolres.

Kegiatan simulasi pengamanan Pemilu ini turut disaksikan oleh Sekdakab H. Nasjuddin S.H, Kapolres AKBP Dedy Sadsono ST, Dandim 0107 Letkol Inf R Sulistiya Herlambang, Ketua Panwaslih Baiman Fadhli S.H dan para pejabat kepala SKPK serta para camat se-Aceh Selatan.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...