,

Cegah Kebakaran Hutan Petugas Lapangan Disiagakan

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang masuknya musim kemarau, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan menyiagakan petugas lapangan di lokasi potensi kebakaran. Untuk mengusut kasus kebakaran di Bakongan dan Kota Bahagia, saksi ahli didatangkan dari Banda Aceh dan Jakarta.

Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan di lokasi-lokasi lahan yang kering sehingga mudah terbakar, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau rumput kering yang menyebar kecuali sampah atau rumput yang menumpuk.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Selatan, Syahrial di Tapaktuan, Selasa, 6 September 2016. Pihaknya
telah menerjunkan puluhan petugas Polisi Kehutanan (Polhut) di beberapa kecamatan yang rawan terjadi kebakaran hutan.

Dari 18 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan, lokasi yang rawan kebakaran hutan antara lain di wilayah Kluet Raya, Bakogan Raya dan Trumon Raya. Sebab di wilayah-wilayah tersebut memiliki lokasi lahan perkebunan dan lahan gambut yang cukup luas sehingga dinilai sangat rawan terjadi bencana kebakaran lahan.

Apalagi, di Kabupaten Aceh Selatan hanya di wilayah tersebut yang banyak terdapat lahan perkebunan sawit serta juga masih tersedia lahan kosong yang cukup luas sehingga jika lahan tersebut diserobot paksa oleh masyarakat untuk membuka lahan sawit maka tindakan itu sangat berpotensi terjadi kebakaran lahan jika tidak diawasi secara ketat.

“Untuk memaksimalkan pengawasan di lapangan, di masing-masing pos Polhut yang ada di kecamatan tersebut telah di stanbaykan petugas sebanyak 12 orang per pos. Mereka selalu siaga mengawasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara serampangan, sebagai bentuk keseriusan kami mencegah kebakaran hutan dan lahan, tingkat munculnya asap saja, baik siang maupun malam kami langsung melakukan pengecekan,” jelasnya.

Syahrial menambahkan, dalam rangka menindaklanjuti instruksi Kementerian Kehutanan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, pihaknya juga telah mengintensifkan koordinasi dengan jajaran instansi vertical seperti Polres dan Kodim 0107 Aceh Selatan serta dengan jajaran Pemkab Aceh Selatan seperti BPBD, Satgas SAR dan Camat.

Meskipun demikian, Syahrial tetap juga mengakui bahwa dalam menanggulangi musibah kebakaran hutan dan lahan di daerah itu, pihaknya mengalami hambatan dan kendala yang sangat berat sebab meskipun tersedia personil yang cukup namun pihaknya belum dilengkapi armada dan peralatan yang memadai.

Kendala seperti itu membuat pihaknya kwalahan, seperti saat musibah kebakaran lahan perkebunan sawit di Kecamatan Bakongan dan Kota Bahagia pada April 2016 lalu. Proses pemadaman api yang hanya mengandalkan armada mobil pemadam kebakaran milik BPBD Aceh Selatan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena armada tersebut tidak mampu menjangkau lokasi lahan secara lebih dalam apalagi kawasan itu cukup banyak terdapat rawa-rawa.

“Agar langkah penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut lebih maksimal seharusnya tersedia helikopter dan pesawat pemadam kebakaran seperti yang ada di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Tapi jika hanya mengandalkan mobil pemadam kebakaran maka proses pemadaman hanya mampu dilakukan diwilayah pinggiran saja,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung Syahrial, kejadian kebakaran lahan di Aceh Selatan selain telah terjadi di wilayah Bakongan dan Kota Bahagia, juga telah terjadi di wilayah Trumon. Namun yang membedakannya kejadian kebakaran lahan di Trumon hanya membakar lahan perkebunan sawit milik satu orang masyarakat saja tidak merembet ke kebun yang lain, sedangkan di Bakongan dan Kota Bahagia sampai merembet ke kebun yang lain sehingga lahan yang terbakar cukup luas.

“Kasus kebakaran lahan sawit di Bakongan dan Kota Bahagia tersebut saat ini sedang di tangani oleh pihak Reskrim Polres Aceh Selatan, sebab sumber api berasal dari percikan dari kebun milik seorang masyarakat. Namun proses pengusutannya agak berlangsung lama karena perlu mengumpulkan keterangan para saksi termasuk saksi ahli yang didatangkan secara khusus dari Banda Aceh dan Jakarta,” pungkasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *