,

Cegah Illegal Drilling, H Firmandez Minta Pemerintah Berdayakan Penambang Minyak Tradisional

IDI – Kasus kebakaran sumur tambang minyak tradisonal di Aceh Timur beberapa waktu lalu, telah menyita perhatian berbagai pihak. Lebih 20 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka dalam musibah tersebut.

Akibatnya, wacana penertiban terhadap penambangan minyak ilegal (illegal drilling) mencuat. Namun, penertiban itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez meminta pemerintah melakukan sosialisasi dan pemberdayaan, sehingga penambang minyak tradisonal di Aceh Timur tidak kehilangan mata pencaharian.

“Selama ini itu telah menjadi mata pencaharian mereka, kalau ditutup atau ditertibkan, langkah yang dilakukan bagi mereka apa? Makanya kita minta pemerintah melakukan pemberdayaan dengan mencitakan lapangan kerja altermatif, sehingga mereka bisa terus melanjutkan hidup,” kata H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, agar pemberdayaan yang dilakukan tepat sasaran, terlebih daulu bisa dilakukan survey tentang lapangan kerja yang cocok untuk dikembangkan, sehingga bisa diputuskan program yang terbaik untuk pemberdayaan.

“Perlu ada usaha alternative sebagai peralihan mata pencaharian masyarakat penambang minyak ilegal. Kita bisa contoh apa yang telah dilakukan di daerah lain. Intinya, pemerintah harus memikirkan masa depan para penambang,” lanjut H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, Pertamina juga perlu menyiapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat untuk membedayakan ekonomi masyarakat sekitar sumur atau tambang minyak tua yang selama ini dikelola secara ilegal oleh masyarakat. “Pemanfaatan CSR juga salah satu solusi bagi penambang minyak ilegal. Kita ingin masyarakat terberdayakan,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *