,

Catut Nama Din Minimi dan Irwandi Yusuf, OTK Ancam Tembak Wartawan

TAPAKTUAN – Seorang pria yang mengaku Din Minimi alias Nurdin Bin Ismail, mengancam akan menembak dan menghabisi keluarga Ari Marzuki, wartawan lintasatjeh.com. Ketika dikonfirmasi ke Din Minimi, ia mengaku itu bukan dia.

Ari Muzakki mengungkapkan, ancaman dari Orang Tak Dikenal (OTK) itu disampaikan melalui perangkat telepon seluler, Selasa, 2 Mei 21017. Dia meyakini bahwa ancaman itu berkaitan dengan pemberitaan yang dilansir lintasaceh.com selama ini.

“Dia mengancam akan menembak saya karena menolak permintaannya. Selain mengancam saya, orang misterius tersebut juga mengancam akan mencari dan menghabisi keluarga saya,” ungkap Ari Muzakki kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu, 3 Mei 2017.

Ari menjelaskan bahwa, awalnya penelepon dengan nomor kontak 081377376873 tersebut menghubungi salah seorang rekannya sesama awak media pada Selasa (2/5) sekitar pukul 17.10 WIB. OTK tersebut awalnya mengaku bernama Abu Rimba dari Nagan Raya.

Karena rekannya tersebut merasa tidak kenal dengan si penelepon, akhirnya dikirimlah nomor kontak Ari Muzakki. Berselang beberapa saat penelepone misterius langsung menghubunginya.

“Awalnya nada bicara si penelepone misterius tersebut sedikit berbasa-basi dan masih baik-baik. Pria itu mengaku Din Rimba alias Abu Rimba dari Nagan Raya. Saat ini dirinya bersama beberapa temannya sedang di Riau. Mereka mengaku orang kepercayaan Irwandi Yusuf (gubernur terpilih) dan saat ini mereka sedang menunggu orang-orang Irwandi karena Irwandi sedang di Malaysia,” ujar Ari Muzakki menirukan ucapan si penelepon.

Karena merasa penasaran, kemudian Ari Muzakki menanyakan Irwandi yang dimaksud tersebut yang mana?. “Gubernur Aceh terpilih,” jawab penelepone dengan nada tinggi.

Mendengar jawaban yang penuh emosi dan arogan seperti itu, Ari Muzakki sempat berdebat dengan pelaku sehingga terjadi perdebatan sengit selama beberapa saat.
Ternyata aksi Ari Muzakki meladeni sikap arogansi si penelepone tersebut memancing emosi pelaku. Saat itulah pelaku mulai mengeluarkan kata-kata kotor dengan cara mengumpat dan mengancam akan mencari serta menembak Ari Muzakki beserta keluarganya. “Dimana kamu anjing ku tembak kamu. Hati-hati anak istrimu, kubunuh nanti,” ancamnya.

Setelah mengancam menembak dan membunuh, telepon beralih ke orang lain yang diduga masih komplotannya dan mengaku bernama Din Minimi. Dia bahkan sampai meminta dikirimkan sejumlah uang untuk mengurus masalah anggotanya. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Ari Muzakki. Namun lagi-lagi pelaku menebar ancaman dengan nada emosi. “Apa kamu bilang? Jadi kamu tidak bisa bantu, dimana kamu ku cari kamu. Ingat! Ku bunuh kamu,” demikian ancaman yang dilontarkan pelaku.

Belum berhenti di situ. Setelah sambungan telepone dimatikan secara tiba-tiba. Berselang beberapa saat kemudian pelaku kembali menebar ancaman. Namun ancaman kali ini disampaikan via pesan singkat (SMS) sebanyak dua kali. Isinya, “Saya din minimi, anggota saya yang lagi bermasalah di Aceh Timur, dimana kamu sekarang?”.

Selanjutnya, SMS kedua berisi : “Kau tanya sama si Roki (maksudnya Bupati Aceh Timur), pernah ngak dia aku tantang, mau ku tembak dia, minta-minta maaf sama aku dia, Din Minimi berani kau tantang di mana kau sekarang anjing”.

Sementara itu, Din Minimi asli alias Nurdin Bin Ismail yang dihubungi oleh wartawan justru membantah terkait keterlibatan dirinya melakukan pengancaman tersebut. “Saya tidak melakukannya. Bukan saya itu bang,” ujar Din Minimi singkat.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *