Camat Terangun Bantah Tipu Warga

0
149

BLANGKEJEREN – Camat Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Sabri membantah telah menipu warga terkait persoalan utang, sebagai mana yang telah dilaporkan ke polisi oleh Sahuddin (55) warga Kutepayang.

Kepada wartawan Sabri mengungkapkan, kasus dirinya dengan Sahuddin merupakan kasus perdata yang akan diselesaikan dalam waktu dekat. Ia menegaskan, persoalan yang dilaporkan oleh Sahuddin sebagai penipuan sama sekali tidak benar meskipun utang piutangya memang benar, dan utang itu tetap diakui akan dibayar setelah rekanya memberikan uang pengambilan barang itu.

“Itu bukan utang pribadi, tetapi teman saya yang menyuruh untuk memesan barang ke toko saudara Sahuddin, kemudian saya pesan barang itu dan diantarkan langsung ke lokasi yang disuruh teman saya itu, tapi teman saya itu belum memberikan uangya untuk membayar barang tersebut,” katanya.

Sabri mengaku hanya mempasilitasi pengambilan barang tersebut untuk memudahkan temanya bekerja, dan barang bangunan itu sama sekali bukan untuk keperluan pribadi maupun atas nama camat, melainkan hanya membantu rekanya yang membutuhkan pertolongan.

“Utang itu akan tetap kami bayar, tapi harus menunggu dibayarkan dulu oleh teman saya itu, tidak mungkin tidak kami bayar. Bahkan saya sempat datang ke toko itu dan mengatakan sabar dulu, kami akan bayar setelah uang diberikan teman saya itu,” jelasnya.

Menyangkut beberapa kali dihubunggi oleh Sahuddin ke Camat Terangun dengan alasan jawaban akan segera datang ke toko, Sabri membatahnya, dan hal itu sama sekali tidak pernah ditelpon Sahuddin kepada dirinya hingga tiba-tiba dilaporkan ke polisi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sahuddin melaporkan Sabri ke polisi karena merasa telah ditipu puluhan juta rupiah oleh Camat Terangun tersebut.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di hadapan polisi Sahuddin mengungkapkan, kasus itu bermula pada Kamis 16 Agustus 2018 lalu, saat itu Camat Terangun menghubunginya dan memesan 100 zak semen untuk dikirim ke Kecamatan Terangun.

Tak berapa lama, Camat Terangun kembali memesan semen dan alat-alat bangunan lainya untuk dikirim ke Kecamatan Terangun, pemesan tanpa bayar itu terus dilakukan berulang kali hingga daptar utangnya mencapai Rp 21.688.000, dan pada tanggal 16 September 2018, Camat Terangun membayarkan utang pengambilan semenya dengan jumlah Rp 15.000.000, dan sisa hutangnya tinggal Rp 6.688.000. Kemudian Sabri membayar sebagian besar utang tersebut, Sahuddin diminta lagi mengirimkan besi dan semen. Sehingga total utang mencapai Rp 43.077.000.

Merasa sudah terlalu lama uangnya tidak dibayar, Sahuddin mengaku berulang kali menghubunggi Sabri untuk melunasinya, tapi hingga dilaporkan ke polisi, sisa utang tersebut belum juga dibayar.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here