Caleg Berstatus Honorer Dicoret Dari DTC

0
111

BLANGKEJEREN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gayo Lues memutuskan seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRK Gayo Lues dari daerah pemilihan (satu) yang berstatus sebagai tenaga honorer di Pemkab Gayo Lues terbukti secara meyakinkan bersalah dan harus dicoret dari Daftar Tetap Calon (DCT).

Putusan itu diambil Bawaslu dalam sidang yang dipimpin Sulaiman selaku Ketua Majelis Pemeriksa didampingi Ali Nurdin dan Hajijah selaku Majlis Anggota, Rabu, 6 Maret 2019 di Bawaslu Gayo Lues.

Caleg tersebut adalah Nuraini caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar yang terbukti tercatat sebagai guru honore dengan Pegawai Tidak Tetap Kabupaten (PTTK) Gayo Lues.

“Setelah memeriksa saksi dan bukti yang dilampirkan pelapor, kami memutuskan saudari Nuraini yang masuk dalam DCT melanggar peraturan dan perundang-undangan, sebab dia mengakui sendiri masih berstatus sebagai guru honor di SMPN 1 Atap Agusen,” ungkap Sulaiman.

Kepala Sekolah SMPN 1 Atap Agusen bersama Bendahara juga pernah diperiksa Bawaslu Gayo Lues, hasilnya, mereka juga mengkui bahwa Nuraini berstatus sebagai guru PTTK/Honor yang diangkat melalui SK Bupati dan menerima gaji dari keuangan Pemerintah.

“Sidang ini sudah yang keempat kalinya kita gelar, dan hari ini memang jadwalnya sidang putusan, tapi saudari Nuraini tidak bisa hadir lantaran sedang mengalami sakit, kalau pelapor dan dari KIP, mereka datang dalam persidangan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang dibacakan dalam persidangan, Nuraini calon nomor urut 9 dari Partai Golkar mengaku tidak ada rencana untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRK, dan baru dekat hari H mencalonkan diri, ia juga mengaku tidak mengetahui peraturan yang melarang caleg tidak boleh merangkap sebagai honorer.

“Jadi terlapor secara sah melakukan pelanggaran administrasi, menyatakan terlapor tidak lagi memenuhi sebagai Calon Tetap Anggota DPRK, dan memerintahkan agar KIP Gayo Lues melaksanakan putusan itu dalam waktu tiga hari jam kerja,” kata Sulaiman menyampaikan hasil putusan sidang perkara tersebut.

Ika Angraini Anggota Komisioner KIP Gayo Lues yang dikonfirmasi usai sidang di kantor Bawaslu setempat mengatakan, sebelumnya KIP tidak tahu bahwa Nuraini adalah tenaga honor, dan saat diumumkan di media juga tidak ada masyarakat yang menanggapi ataupun memberikan masukan bahwa yang bersangkutan masih berstatus sebagai tenaga honor.

“Yang bersangkutan juga tidak membuat surat pengunduran diri dari tenaga PTTK ataupun honorer, jadi tidak memalsukan surat ataupun yang lainya,” katanya.

Sesuai dengan keputusan sidang Panwaslih, KIP Gayo Lues kata Ika akan mencoret nama Nuraini dari DCT anggota DPRK, dan pihaknya akan membuat SK dan membagikan kesetiap TPS dapil satu mengenai pencoretan Nuraini tersebut.

“Kalau kertas surat suara tidak bisa lagi dirubah lantaran sudah dicetak dan sudah dalam proses pelipatan, tetapi jika ada orang nantinya yang mencoblos Nuraini ini, maka suaranya untuk sah, tapi untuk partai,” jelasnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here