Buruh Asal Sumatera Utara Cabuli Dua Murid SD di Blangpegayon

0
126

BLANGKEJEREN – Buruh kerupuk asal Sumatera Utara yang sedang bekerja di Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, tega mencabuli dua anak kelas satu Sekolah Dasar (SD) yang masih berumur Delapan Tahun, padahal, kedua korban merupakan anak majikanya sendiri.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdulah Hamid didampinggi Kasubag Humas Aiptu A Dali Munthe, Jumat, 4 Januari 2019 mengungkapkan, tersangka pencabulan berinisial EL (18) warga Sumatra Utara menetap di desa Bener, Kecamatan Blangpegayon.

Kejadian itu terungkap setelah keluarga korban pada Sabtu tanggal 29 Desember 2018 membuat laporan ke polisi. Dalam laporan itu, korban mengaku tidak senang atas perbuatan pelaku yang telah menodai anak kembarnya.

“Yang menjadi korban kebejatan pelaku berinisial NA (8) dan NI (8) anak dari pelapor, dan kejadian ini baru diketahui keluarga korban pada hari Sabtu tanggal 29 Desember 2018 kemarin setelah adanya perubahan tingkah laku terhadap kedua anak kembarnya,” katanya.

Tingkah laku anaknya yang sering murung dan berdiam diri menjadi tanda tanyak di kalangan keluarganya, tingkah itu tidak lagi seperti biasanya yang ceria dan suka bermain, merasa ada yang aneh, orang tuanyapun kebingungan karena ada perubahan yang drastis.

“Saat hendak mencuci pakaian anaknya, orang tuanya melihat ada percikan darah di celana dalam korban ini, merasa curiga ada yang aneh, orang tuanya menayakan kepada korban ini, dan dikatakan bahwa anaknya ini ketakutan tidur di kamar lantaran tersangka sering masuk kamar dan membuka celana korban,” jelasnya.

Tidak terima atas perbuatan pelaku, ibu korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi, dan polisi kemudian meringkus tersangka dari desa Bener Baru untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Kini pelaku terpaksa mendekam dibalik jeruji besi atas perbuatanya yang melecehkan anak dibawah umur.

“Dari pengakuam tersangka, anak itu mau dilecehkan karena diiming-iminggi akan dipinjamkan HP, kalau korban tidak mau, maka tidak akan dikasih pinjam oleh korban, makanya korban mau digitukan dan tidak mengatakan perbuatan pelaku kepada orang tuanya, untuk itu kita himbau kepada warga Gayo Lues agar waspada dari orang-orang disekitarnya untuk mengjindari kejahatan seksual terhadap anak,” himbaunya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here