,

Bupati Gayo Lues Mengaku Diancam Akan Dibunuh

BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru mengaku resah dengan ancaman akan dibunuh oleh AS. Kasus pengancaman tersebut sudah dilaporkan Amru ke polisi melalui kuasa hukumnya.

“Saya seorang Kepala Daerah, jadi kalau diancam seperti itu kan tidak enak, apa lagi sampai di warung-warung kopipun dikatakan pengacaman tersebut,” katanya Senin, 25 Juni 2018.

Menurut Amru ancaman melalui media sosial itu, kalu hanya postingan pencemaran nama baik itu tidak masalah baginya, apa lagi mengkritik yang sifatnya membangun. Tapi kalau sudah mengancam pribadinya selaku kepala daerah, itu sudah hal lain.

Ia membuat laporan ke polisi untuk meminta perlindungan. Apalagi pelaku belum punya itikat baik untuk meminta maaf atas ancaman yang disampaikannya itu. “Belum ada (minta maaf), tapi kata keluarga saat lebaran kemarin dia (pelaku) datang ke Pendopo, tapi karena menggunakan jaket dan berbaju tebal, keluarga tidak mengizinkanya bertemu dengan saya,” katanya.

Sementara kuasa hukum Bupati Gayo Lues, Muzakir mengatakan, pengacancaman terhadap Bupati Amru dan Wakil Bupati Said Sani sudah sejak dua minggu lalu dilaporkan ke Polres Gayo Lues, dan saat ini dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian. “Yang kita laporkan ada dua perkara, satu pengancaman pembunuhan, dan satu lagi memfitnah Bupati bahwa ingkar janji dan sumpah di Masjid Penampaan,” katanya.

Pengancaman itu katanya berbunyi, “Akan Saya Cincang Tiga Bupati atau Wakil Bupati” Ancaman itu didegar langsung oleh enam orang di tempat berbeda, dan ke enam orang tersebut sudah dipanggil polisi sebagai saksi.

“Kita bermohon kepada pihak kepolisian agar cepat mengambil tindakan, bila memungkinkan segera menetapkan AS sebagai tersangka dan melakukan penahanan, supaya pak Bupati merasa lega dan bisa kembali bekerja dengan nyaman,” pintanya.

Namun AS selaku terlapor dalam kasus pengancaman bunuh dan pencemaran nama baik Bupati membatah apa yang disamapaikan Bupati dan kuasa hukumnya, katanya, dirinya tidak pernah mengancam akan membunuh Bupati ataupun Wakil Bupati Gayo Lues.

Meski demikian ia mengakui hanya melakukan pembunuhan karekter Bupati Amru di media sosial. Ia juga sudah pernah mendatangi Pendopo untuk minta maaf. “Saya sudah lima kali ke Pendopo Bupati bersama anak dan istri dengan tujuan meminta maaf jika ada kata atau postingan saya yang melukai hatinya, tapi tidak diizinkan bertemu dengan alasan ajudan dan Satpol PP yang berjaga bahwa pak Bupati tidak mau ditemui,” kataya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *