,

BUMG Harus Mampu Wujudkan Kemandirian Desa

TAPAKTUAN – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) diharapkan mampu menjadi pilar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa. 260 desa di Aceh Selatan semuanya sudah memiliki BUMG.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Selatan, Emmifizal mengatakan, pembentukan BUMG sesuai amanat pasal 213 Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

“BUMG dapat mewadahi semua aktivitas ekonomi tanpa harus membuat bidang usaha ekonomi yang lain,” kata Emmifizal saat membuka pelatihan manajemen BUMG se-Trumon Raya dan Bakongan Raya di Kantor Camat Trumon Tengah, Senin, 8 Agustus 2016.

Menurut Emmifizal BUMG merupakan lokomotif pembangunan ekonomi lokal di tingkat desa. Pembangunan ekonomi lokal di desa berdasarkan kebutuhan, potensi, kapasitas desa dan penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“BUMG harus dikelola secara profesional dan mandiri sehingga diperlukan orang-orang yang memiliki kompetensi. Seperti saat melakukan perekrutan direktur atau pegawai harus disesuaikan dengan standar yang sudah ditetapkan,” harapnya.

Emmifizal juga menyarankan bahwa sebelum BUMG dibentuk pihak aparatur desa bersama seluruh komponen masyarakat hendaknya harus terlebih dulu melakukan pengkajian dan analisa teknis terkait potensi apa saja yang ada di desa tersebut yang layak dikembangkan dan dijadikan sebagai unit usaha yang nantinya dikelola oleh BUMG.

“Jika aparatur desa bersama masyarakat benar-benar jeli dan selektif dalam menggali potensi yang ada, sebenarnya cukup banyak sektor usaha yang berpotensi dapat dikembangkan untuk memajukan pembangunan desa serta mensejahterakan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *