,

Buaya Pemangsa Santri Berhasil Ditangkap Pawang

TAPAKTUAN – Seekor buaya yang diduga pemangsa Noval Firmansyah (12) santri pondok pesantren Darusy Syuhada, Desa Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan pada 9 September 2016 lalu, berhasil ditangkap Kamis 22 September 2016 di Pasie Lembang, Kluet Selatan oleh Ruslan (50) pawang buaya yang didatangkan dari Desa Kampung Tinggi, Kecamatan Kluet Utara.

Mantan Sekretaris desa (Sekdes) Pasie Lembang, Martunis mengatakan Buaya ganas yang telah menewaskan santri Ponpes Darusy-Syuhada tersebut ditangkap di Sungai Lembang yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi tempat kejadian Noval Firmansyah diterkam Buaya saat sedang mandi.

Masyarakat setempat sangat haqqul yakin bahwa buaya yang berhasil ditangkap tersebut merupakan buaya yang telah memangsa Noval Firmansyah hingga tewas. Karena saat berlangsungnya proses penangkapan, di sekitar lokasi banyak terlihat buaya-buaya yang lain namun oleh pawang buaya hanya memfokuskan sasaran penangkapannya terhadap buaya pemangsa tersebut.

“Meskipun terlihat banyak buaya yang lain namun pawang tetap memfokuskan sasarannya kepada buaya itu. Saat menangkap buaya yang bersalah, biasanya pawang yang sudah berpengalaman setelah menaburkan obat penawar dalam air sungai kemudian memanggil buaya tersebut dengan ilmu yang dimilikinya. Jadi seperti yang sudah biasa dilakukan sebelumnya, dengan teknik seperti itu sasarannya akan tepat,” ungkap Martunis.

Buaya yang berhasil ditangkap tersebut berwarna agak kekuning-kuningan dengan panjang sekitar 3,2 meter lebar sekitar 60 hingga 70 cm dengan umur diperkirakan sekitar 5 tahun.

Menurutnya, Buaya yang saat ini sudah berada di perkarangan Pondok Pesantren Darusy Syuhada, Desa Pasie Lembang tersebut telah menjadi tontonan ratusan warga yang berdatangan baik dari desa setempat maupun dari luar desa itu.

Aparat desa bersama tokoh masyarakat setempat kemudian menggelar musyawarah untuk menentukan sikap apakah buaya itu diserahkan ke pihak terkait atau dimusnahkan dilokasi untuk menghindari kembali terulangnya kejadian serupa.

“Namun dalam proses pengambilan sikap itu, ternyata secara tiba-tiba sekitar pukul 15.00 WIB buaya tersebut diketahui sudah mati sendirinya. Sehingga pihak aparat desa memutuskan langsung menguburkan bangkai buaya itu,” pungkasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *