,

Brimob BKO Diminta Pahami Adat Istiadat Setempat

BLANGKEJEREN – Personil Brimob Bawah Kendali Operasi (BKO) asal Kepulauan Riau (Kepri) yang ditugaskan untuk pengamanan Pilkada di Gayo Lues, diminta untuk memahami nilai-nilai dan budaya setempat. Hal itu penting agar 100 Brimob BKO tersebut bisa membaur dengan masyarakat dan menjaga keberlangsungan Pilkada.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah, Sabtu, 21 Januari 2017 mengatakan, 100 personil BKO tersebut akan ditempatkan di daerah-daerah yang rawan guna menghindari-hal-hal yang tidak diinginkan.

“Selamat datang di Negeri 1000 Bukit ini, segeralah beradaptasi dengan keadaan, jaga nama baik Korps Brimob, dan jangan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang bisa merusak citra Brimob,” katanya saat Apel penyambutan anggota Brimob di lapangan kantor Polres Gayo Lues.

Penambahan anggota Polri untuk mengamankan Pilkada Gayo Lues berkaitan erat dengan Pilkada buram tahun 2012 silam, akibat ketidak puasan para pendukung atas hasil Pilkada, sejumlah masa membakar kantor Camat dan kantor Komisi Independent Pemilihan. Dan kisruh Pilkada Gayo Lues pun harus berakhir di Mahkamah Konstitusi.

“Anggota BKO yang baru tiba di Gayo Lues harus memahami nilai-lnilai kebudayaan, adat istiadat dan syariat Islam yang berlaku, apa bila ada pihak-pihak yang mengganggu keamanan dan merusak Pilkada damai 2017 segera melakukan tindakan tegas terukur dan tetap junjung tinggi HAM,” kata Kapolres mengigatkan.

BKO Brimob Kepri tiba di Gayo Lues setelah melalui penjemputan petinggi Polres dari Bandara Kuala Namu Medan, dan langsung menaiki kendaraan roda empat tanpa melalui penyerahan dari Polda Aceh. [Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *