,

BPBD Terus Evakuasi Korban Banjir

TAPAKTUAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma menyebutkan, sebanyak 10 desa dalam Kecamatan Trumon, Trumon Tengah dan Trumon Timur terendam banjir sejak Senin, 4 Desember 2017 lalu akibat meluapnya sungai di kawasan tersebut menyusul tingginya curah hujan.

Di Kecamatan Trumon Timur ada sebanyak 6 desa terendam banjir masing-masing Desa Kapa Sesak, Seneubok Pusaka, Titi Poben, Krueng Luas, Pinto Rimba dan Alue Bujok. Di Kecamatan Trumon ada 2 desa masing-masing Ujong Tanoh dan Padang Harapan serta di Kecamatan Trumon Tengah juga ada dua desa masing-masing Lhok Raya, Cot Bayu dan Ladang Rimba.

“Ketinggian air yang merendam rumah-rumah penduduk dan lahan perkebunan milik warga mencapai 2 meter lebih,” ungkap Cut Syazalisma.

Menurutnya, beberapa desa di Kecamatan Trumon Timur, Trumon dan Trumon Tengah telah terisolir akibat dikepung banjir. Pihaknya bersama Polres dan Kodim 0107, Sargas SAR, Basarnas Pos Meulaboh serta PMI dan relawan RAPI telah mengevakuasi sebagian warga korban ke lokasi titik-titik pengungsian menggunakan perahu karet (rubber boat).

Ratusan warga dalam beberapa desa di Kecamatan Trumon Tengah telah di evakuasi ke lokasi titik pengungsian di Kompi Brimob Ladang Rimba. Sedangkan ratusan warga dalam beberapa desa di Kecamatan Trumon juga telah dievakuasi di lokasi titik pengungsian yang didirikan di bekas kantor camat lama, Trumon dan di Pasar Ujong Tanoh, Trumon.

“Proses evakuasi warga korban banjir sampai saat ini terus berlangsung. Karena jumlahnya tergolong banyak sehingga evakuasi dilakukan secara bertahap. Evakuasi ini diprioritaskan terhadap warga korban rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, orang tua, orang sakit serta anak-anak dan balita,” ungkapnya.

Meskipun demikian, tambah Cut Syazalisma, sebagian warga juga ada yang memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing dengan cara naik ke lantai dua. “Sebagian warga ada yang enggan dan takut meninggalkan rumahnya sehingga tidak mau mengungsi. Mereka sudah terbiasa dengan kejadian banjir seperti sekarang ini. Namun demikian khusus terjadap warga korban yang rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, balita dan anak-anak kami tetap mengevakuasi ke lokasi lebih aman untuk menghindari jatuh korban jiwa,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya bersama instansi terkait juga telah menyalurkan bantuan masa panik terhadap warga korban banjir baik yang berada dilokasi pengungsian di Kompi Brimob maupun di lokasi pengungsian bekas kantor camat lama Trumon dan Pasar Ujong Tanoh.

“Selain ke lokasi pengungsian, kami juga mendistribusikan bantuan masa panik ke desa-desa yang terisolir akibat dikepung banjir dimana masih ada warga yang memilih tetap bertahan dirumahnya masing-masing,” pungkas Cut Syazalisma.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *