,

Bocah Penderita Atresia Bilier Butuh Bantuan Transplantasi Hati

BANDA ACEH – Sabira Hurin, bocah berusia 8 bulan, sudah menderita penyakit atrasia bilier. Buah hati dari pasangan Jefriza (33) dan Cut Linda Marhein (30) ini sejak lahir menderita penyakit masa pertumbuhan yang sulit. Dia sempat mengalami pendarahan di pusat, buang air besar berdarah dan kejang.

Penyakit itu baru diketahui setelah Hurin berusia tiga bulan. Ia kini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM). Untuk mengobatinya dibutuhkan biaya Rp 1,5 miliar untuk operasi transplantasi hati.

Untuk membantu Hurin, mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh, membuka posko penggalangan dana untuk Sabira Hurin.

“Dokter di RSCM menyatakan bahwa Hurin menderita Atresia Bilier. Menurut dokter di sana, dalam dua tahun pasien seperti ini ditangani dengan cara transplantasi hati, kemungkinan dicangkok dari hati ayahnya, dan itu memakan biaya yang tidak sedikit” ujar Cut Linda ibu Hurin.

Atresia Bilier merupakan suatu kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan kerusakan pada organ liver dalam kurun 90 hari. Jika hal ini berlanjut maka kerusakan hati lanjutan akan mengakibatkan sirosis hati (hati mengeras) yang harus diatasi dengan transplantasi hati. Penyakit tersebut bukanlah penyakit keturunan dan tidak menular.

Untuk biaya operasi transplantasi hati orang tua Hurin harus menyediakan dana sebesar Rp 1,5 miliar. Jefri sebagai ayah bayi Hurin, berusaha keras mencari biaya untuk pengobatan anaknya tersebut. Namun, hingga kini dan yang terkumpul belum cukup untuk membawa Hurin menjalani operasi transplantasi hati.

Selain keperluan untuk operasi, Jefri dan Linda juga harus mencukupi biaya perawatan Hurin dan membeli susu khusus untuk Hurin. Umumnya anak-anak yang menderita Atresia Bilier mengalami masalah pada sistem pencernaan sehingga tidak mampu mencerna susu anak biasa dan disarankan agar diberikan susu khusus yang mudah dicerna oleh tubuh.

“Sebelum melakukan operasi transplantasi hati, untuk menjaga kesehatan hidup Hurin harus mengkonsumsi susu khusus yang dianjurkan oleh dokter. Membeli susu tersebut juga butuh biaya ekstra karena harganya yang sangat mahal. Adapun susu tersebut hanya ada di satu apotik di Banda Aceh. Jika dari apotik tersebut kosong maka harus dipesan di Jakarta,” lirih Linda.

Untuk membantu Hurin, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh membuka posko bantuan. Donasi bisa disalurkan melalui melalui rekening 0145-01006566-53-9 Bank BRI atas nama Cut Linda Marheni (ibu kandung Hurin).

Bantuan juga dapat disalurkan langsung melalui Posko “Cinta Untuk Hurin” yang dibuka mulai 2 Februari hingga 5 Februari 2016, beralamat di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh atau dapat menghubungi Anisrullah (085360369876) dan Hafrijal (082165091867). [HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *