,

Boat Bantuan Untuk Nelayan Aceh Selatan Dinilai Tak Layak Pakai

TAPAKTUAN – Pengadaan boat bantuan berbobot 3 GT untuk nelayan senilai Rp 1,2 miliar di Aceh Selatan dinilai tidak layak pakai. Nelayan tidak bisa langsung memanfaatkan boat tersebut untuk melaut.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Yayasan Gunung Hutan Lestasi (YGHL), Sarbuni di Tapaktuan, Selasa, 23 Januari 2018. Menurut Sarbunis, boat
yang dibuat di Kecamatan Bakongan Aceh Selatan dan Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya tersebut telah diserahterimakan kepada para nelayan.

Anehnya, kata Sarbunis, saat berlangsung serah terima, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan menyarankan para nelayan agar menerima boat tersebut apa adanya. “Persoalannya khusus pada bagian body boat. Sedangkan mesin dan bagian-bagian lainnya dinilai bagus sehingga layak pakai,” ungkap Sarbunis.

Untuk mengoperasikan boat bantuan itu, para nelayan harus mengeluarkan biaya lagi untuk perbaikan body yang tak layak pakai. Sementara para nelayan penerima bantuan mayoritasnya masyarakat kurang mampu yang sangat sulit menyediakan sejumlah dana untuk perbaikan atau renovasi boat bantuan yang baru mereka terima.

“Padahal yang namanya bantuan dari pemerintah, tentu langsung layak pakai oleh penerima manfaat untuk membantu perekonomian mereka. Masak para nelayan harus mengambil kredit di bank untuk memperbaiki kembali kapal motor yang baru mereka terima,” sesal Sarbunis.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan kapal motor 3 GT pada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Sumardi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan secara langsung dari nelayan penerima bantuan terkait hal tersebut.

Padahal, kata dia, saat proses serah terima barang pihaknya telah menyampaikan pesan kepada para nelayan jika setelah diturunkan atau dioperasikan di laut, ditemukan ada kekurangan segera dilaporkan. “Yang kami sesalkan jika memang benar ada kekurangan kenapa tidak dilaporkan secara langsung kepada kami. Sehingga kami bisa langsung memerintahkan pihak rekanan untuk memperbaikinya.

Persoalannya sekarang kami tidak tahu siapa nelayan yang mengajukan komplain tersebut serta lokasi kapal motor yang mengalami tak layak pakai itu di mana,” papar Sumardi.

Sumardi menyebutkan, pengadaan kapal motor 3 GT sumber APBK 2017 seluruhnya berjumlah 12 unit. Masing-masing telah diserahkan untuk nelayan Kecamatan Bakongan Timur sebanyak 2 unit, Bakongan 1 unit, Pasie Raja 1 unit, Tapaktuan 2 unit, Samadua 1 unit, Meukek 2 unit dan Labuhanhaji Timur 1 unit.

Berdasarkan hasil penelusuran di Portal LPSE Pemkab Aceh Selatan, pagu anggaran sumber APBK 2017 yang dianggarkan untuk proyek tersebut mencapai Rp 1,2 miliar. Namun dalam penawaran yang diajukan oleh CV. Dian Persada selaku rekanan pemenang tender sebesar Rp 1,175 miliar.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *