,

BNNK Aceh Selatan tak Bisa Tes Urine Pejabat

TAPAKTUAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan tak bisa melakukan tes urine aparatur pemerintah di daerah itu. Alasannya, ketersediaan alat tes sangat terbatas.

“Sudah banyak permintaan yang masuk ke kami dari instansi terkait untuk melakukan tes urine aparatur pemerintah, namun karena terkendala minimnya ketersediaan peralatan sehingga sampai saat ini tes urine tersebut belum bisa dilaksanakan,” kata Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian di Tapaktuan, Selasa, 3 Mei 2016.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0107 Aceh Selatan serta Batalyon Infanteri 115 Macan Leuser, telah mengirimkan surat kepada pihaknya terkait permintaan tes urine seluruh prajuritnya. Meskipun telah melayangkan surat resmi, namun sampai saat ini pihak BNNK Aceh Selatan belum bisa melakukan tes urine terhadap para prajurit TNI di sana.

“Stok peralatan tes urine yang tersedia di BNNK Aceh Selatan sekarang ini hanya tinggal sebanyak 500 unit lagi. Sementara jumlah prajurit TNI di jajaran Kodim 0107 dan Batalyon 115 Macan Leuser mencapai ribuan orang, hal inilah yang menjadi kendala dan hambatan utama bagi kami selama ini,” ujarnya.

Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi, sambung Nuzulian, sebenarnya kewajiban tes urine aparatur pemerintah tersebut tidak hanya dibebankan kepada prajurit TNI saja, melainkan seluruh aparatur pemerintah yang ada di daerah baik di bawah jajaran Pemkab dan DPRK Aceh Selatan maupun anggota Kepolisian di bawah jajaran Polres Aceh Selatan termasuk petugas sipir dan napi di Rutan Kelas II B Tapaktuan.

Untuk merealisasikan program tersebut, kata Nuzulian, pihaknya telah memprogramkan untuk melakukan tes urine para pejabat dan pegawai negeri sipil di jajaran Pemkab Aceh Selatan termasuk anggota DPRK dan aparatur negera di instansi terkait lainnya, sehingga para aparatur pemerintah di Aceh Selatan benar-benar bersih dari pengaruh narkotika.

Nuzulian mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH terkait rencana tes urine para pejabat dan PNS di jajaran Pemkab setempat. Bupati Aceh Selatan, menurutnya, menyambut positif program tersebut dalam rangka menindaklanjuti program Pemerintah Pusat.

“Saat ini kami sedang menunggu selesainya pengadaan peralatan tes urine oleh BNN Pusat, sebab peralatan tersebut langsung diadakan dari Pusat sementara kami di daerah hanya sebagai pelaksana,” jelasnya.

Dia memperkirakan untuk pelaksanaan tes urine pejabat dan PNS di jajaran Pemkab Aceh Selatan membutuhkan peralatan tes urine mencapai 3.000 unit ditambah lagi peralatan tes urine untuk jajaran Kodim 0107 dan Batalyon sekitar 2.000 unit. Dengan demikian pihak BNNK Aceh Selatan membutuhkan peralatan tes urine sekitar 5.000 unit.

Di samping menunggu pengadaan peralatan tes urine dari BNN Pusat, ujar Nuzulian, pihaknya juga sedang mengusulkan kepada Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH, untuk pengadaan peralatan tes urine melalui sumber anggaran APBK-P 2016.

Pihaknya, tegas Nuzulian, telah melakukan berbagai langkah untuk memberantas peredaran dan penggunaan narkotika di Aceh Selatan. Langkah yang telah dilakukan, menurut dia, selain sedang mempersiapkan pelaksanaan tes urine terhadap aparatur pemerintah, juga terus menggencarkan langkah sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat tentang bahaya narkotika termasuk melakukan penindakan tegas dengan cara menggerebek beberapa lokasi ladang ganja di seluruh wilayah Aceh Selatan.

“Hasil penggerebekan tim gabungan dari BNNK dan Polres Aceh Selatan, kita telah berhasil menemukan sekitar 15 hektar ladang ganja. Meskipun belum berhasil meringkus pemilik tanaman haram tersebut, namun petugas berhasil memusnahkan ladang ganja itu dengan cara dibakar sehingga tidak sampai beredar ke tangah-tengah masyarakat,” paparnya.

Selain itu, tambah Nuzulian, pihaknya juga telah memfasilitasi sejumlah pecandu narkoba di daerah itu untuk direhabilitasi ke Banda Aceh berhubung di daerah itu belum tersedia tempat rehabilitasi pecandu narkoba.

“Terhadap pecandu narkoba tersebut, awalnya kami berikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan tingkat pertama di klinik yang tersedia di kantor BNNK Aceh Selatan lengkap dengan dokternya. Namun terhadap pecandu yang tergolong parah, kami fasilitasi untuk di rehabilitasi ke tempat khusus di Banda Aceh. Sejak tahun 2015 lalu, sudah ada puluhan pecandu narkoba dari Aceh Selatan yang telah kami kirim Banda Aceh,” pungkasnya.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *