,

BMCK Buka Suara Soal Proyek Jalan Hotmix Kluet Utara

KUTA FAJAR – Setelah sebelumnya sempat bungkam terkait pekerjaan proyek pengaspalan hotmix jalan menuju Puskesmas Plus Kuta Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan akhirnya Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh Selatan, Ir Bahrum bersedia membuka tabir dibalik amburadulnya pekerjaan proyek tersebut.

Bahrum yang dijumpai di ruang kerjanya, Jumat, 20 Mei 2016 mengungkapkan, proyek pengaspalan jalan hotmix menuju Puskesmas Plus Kuta Fajar tersebut merupakan paket proyek yang didanai dari sumber APBK Aceh Selatan tahun 2015 sebesar Rp 589 juta lebih sepanjang lebih kurang 300 meter dan lebar 5 meter yang dikerjakan CV Kana Mitra.

Namun karena proyek tersebut tidak mampu diselesaikan pada tahun anggaran 2015 lalu maka realisasinya terpaksa dituntaskan pada tahun anggaran 2016 ini. Bahrum beralasan, keterlambatan itu disebabkan karena dipenghujung tahun 2015 lalu wilayah lokasi proyek itu dilanda banjir. Akibat keterlambatan itu, BMCK Aceh Selatan menjatuhkan sanksi terhadap kontraktor pelaksana.

“Pihak kontraktor telah dijatuhkan sanksi denda dengan hitungan satu hari per seribu atau paling tinggi sebesar 5 persen dari sisa anggaran. Meskipun proyek tersebut sudah selesai dilakukan serahterima atau Provisional Hand Over (PHO) namun sampai saat ini kami masih belum mencairkan anggarannya,” kata Bahrum.

Menurut Bahrum, berdasarkan hasil peninjauan lapangan pihaknya menyimpulkan bahwa realisasi pengaspalan hotmix tersebut telah sesuai spesifikasi yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB), hanya saja pihaknya mengakui bahwa ada terjadi kekurangan sedikit di bagian paling ujung badan jalan itu. “Itupun disebabkan karena di bagian ujung badan jalan itu merupakan rawa yang tanahnya labil sehingga saat ditimbun tidak bisa padat,” jelasnya.

Menurutnya, pengaspalan hotmix seluruh badan jalan tersebut sebenarnya bukan tidak padat melainkan karena baru selesai dikerjakan sehingga konstruksinya belum menyatu. Bahrum mengaku pihaknya telah melakukan pengukuran dengan cara cor, hasilnya sesuai dengan spesifikasi yakni setebal 6 cm.

Meskipun demikian, Bahrum memastikan bahwa pihaknya telah memerintahkan pihak kontraktor pelaksana proyek tersebut supaya segera memperbaiki beberapa bagian pekerjaan yang dinilai belum sempurna.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *