,

BI Gandeng UNIDA Kerja Sama Kebanksentralan

JAKARTA – Bank Indonesia dan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) menyepakati kerja sama dalam rangka pendidikan, penelitian, kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Kebanksentralan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dengan UNIDA yang ditandatangani oleh Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dan Rektor UNIDA, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, Sabtu, 10 Maret 2018, di Gontor.

Kerja sama diwujudkan melalui pengembangan teori akademis yang semakin dekat dengan praktik perumusan kebijakan di bank sentral, sehingga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hasil pendidikan dan keunggulan kompetitif program studi di perguruan tinggi.

Selain itu, kerjasama ini dapat mendukung upaya sosialisasi peran dan fungsi bank sentral dalam perekonomian kepada mahasiswa, dunia akademis, dan masyarakat. Salah satu wujud dari kerja sama ini adalah pendirian International Center of Awqaf Studies (ICAST) dalam rangka pengembangan dan implementasi keilmuan wakaf.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan ICAST adalah pengembangan kurikulum dan edukasi melalui program studi pasca sarjana Magister Wakaf, program sertifikasi nadzir wakaf, research and development, seminar dan pelatihan, serta publikasi terkait wakaf. Kegiatan ini juga sejalan dengan salah satu pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional yaitu Pilar Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi.

Dalam kesempatan yang sama, diselenggarakan pula program sosial Bank Indonesia dan kuliah umum dengan topik “Peranan BI dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia” oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, akademisi dan perbankan setempat.

Dalam kuliah umum tersebut, dipaparkan bahwa ekonomi syariah merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dalam upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sesuai dengan kerangka strategi nasional syariah, BI berperan sebagai AIR (Akselerator, Inisiator dan Regulator) melalui koordinasi dengan berbagai stakeholder dalam rangka mendorong percepatan program ekonomi dan keuangan syariah, memprakarsai inovasi pengembangan program ekonomi dan keuangan syariah, serta merumuskan dan menerbitkan ketentuan terkait sesuai kewenangannya.

Koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk industri perbankan syariah, akan terus dioptimalkan mengingat pencapaian visi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia memerlukan dukungan semua pihak.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *