,

Beroperasi Tanpa Izin, Dua AMP Ditutup

KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menutup dua perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) yang beroperasi tanpa izin. Kedua perusahaan itu sebelumnya sudah diminta melengkapi dokumen oleh Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (P2TSP).

Kasi Perizinan P2TSP Aceh Tenggara, Hardiansyah mengungkapkan, kedua perusahaan itu adalah PT Gayo Tama di Desa Lawe Sekherah, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara, dan PT Usni Utama di Desa Lawe Desky, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kutacane.

“Padahal upaya mereka guna memperpanjang izin operasionalnya telah mereka ajukan ke pihak kita, namun mereka diharuskan juga mengurus Dokumen Penanggulangan Lingkungan Hidup (DPLH) ke kantor BLHK Kutacane. Hingga batas yang ditentukan, mereka tak juga jelas mengurusnya,” jelas Hardiansyah, Rabu, 1 Juni 2016.

Petugas dari P2TSP bersama Muspika dan Satpol PP kemudian melakukan penertiban, dan menutup kedua perusahaan tersebut. “Secara legalitas kedua perusahaan itu memang harus ditutup,” tegas Hardiansyah. [RH]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *