,

Berburu Ganja di Kaki Leuser

BLANGKEJEREN – Beberapa kawasan di kaki Gunung Leuser kini dijadikan ladang ganja oleh pihak tidak bertanggung jawb. Iklim yang bagus membuat tanaman dengan nama latin canibas sativa itu tumbuh subur di sana. Ganja di sana bisa tumbuh hingga lima meter. Satu batang ganja bisa menghasilkan lima kilogram ganja kering.

Hal inilah yang membuat kawasan Leuser, terutama di Kabupaten Gayo Lues menjadi “surga” baru bagi pelaku bisnis ilegal tersebut. Dalam tahun 2015 saja, pihak kepolisian telah menemukan dan memusnahkan 32 hektar ladang ganja di lokasi yang berbeda. Jumlah tumbuhan ganja yang dimusnahkan lebih 138 ribu batang.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Bhakti E Nurmansyah, Jumat, 5 Februari 2016 mengungkapkan, kasus narkoba di daerah seribu bukit itu setiap bulan terus meningkat. Selama tahun 2015 pihaknya telah menanganu 27 kasus. Ganja kering yang disita lebih satu ton, sementara narkotika jenis sabu-sabu hanya 7,68 gram.

“Dari semua kasus yang kami tangani, tersangkanya mencapai 40 orang, kebanyakan orang luar daerah. Masyarakat asli Gayo Lues yang terlibat hanya sekitar 10 persen saja. Tersangka yang kita tangkap memang sebagai besar berasal dari luar, mereka hanya kurir,” ungkap Bhakti.

Ganja di Gayo Lues sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Namun, pada masa lalu, masyarakat hanya menanam ganja sebagai tanaman tumpang sari untuk merangsang getah dan mengharumkan tembakau. Namun kini, barang ilegal tersebut telah disalahgunakan. Nilai ekonomis yang tinggi membuat banyak orang dengan sadar melabrak hukum. “Ganja kering dari Gayo Lues banyak dikirim ke Medan, bahkan ke luar negeri,” jelas Bhakti.

Bhakti melanjutkan, pihaknya akan terus memburu para penanam ganja di pegunungan Leuser. Ekosistem Leuser sebagai salah satu paru-paru dunia harus diselamatkan dari perbuatan penanaman tanaman ilegal. “Ini tuga kita bersama untuk memburunya,” pungkas Bhakti. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *