,

Baru Siap Dikerjakan, Aspal Jalan ke Puskesmas Kuta Fajar Terkelupas

KUTA FAJAR – Masyarakat Kluet Raya memprotes realisasi pekerjaan proyek pengaspalan jalan hotmix menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Plus Kuta Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan.

pengaspalan jalan hotmix dengan panjang lebih kurang sekitar 500 meter yang baru siap dikerjakan sekitar beberapa hari lalu itu, kondisinya sudah terkelupas, bergelombang, dan kasar, tipisnya aspal membuat kerikil menonjol di baliknya.

Salah seorang warga Kluet Raya, Zaitun Ludny yang dijumpai di lokasi proyek tersebut Rabu, 18 Mei 2016 mengaku sangat kecewa melihat realisasi pekerjaan proyek jalan itu.
“Pekerjaan proyek sangat tidak wajar sehingga mengecewakan masyarakat. Sebab terkesan dikerjakan asal jadi,” katanya kesal.

Menurut dia, buruknya kualitas pekerjaan proyek tersebut diperkirakan disebabkan selain karena material aspal hotmix yang digunakan tidak berkualitas bagus (belum betul-betul masak) juga disebabkan karena penimbunan base jalan tidak benar-benar padat, sehingga aspal hotmix tersebut mudah hancur saat dilintasi kendaraan roda empat.

“Hal itu terbukti karena di atas badan jalan yang baru siap di aspal hotmix tersebut terlihat jelas bekas ban mobil yang masuk dalam bagian aspal. Selain itu beberapa titik juga terlihat sudah bergelombang karena dilintasi mobil,” jelasnya.

Zaitun melanjutkan di beberapa bagian badan jalan tersebut juga terlihat diaspal hotmix sangat tipis yang diperkirakan tidak sampai 2 cm. Sementara di bagian lain terlihat ketebalannnya mencapai 3 sampai 4 cm, akibatnya badan jalan itu terlihat bergelombang dan tidak rata.

Karena itu, ia meminta kepada Dinas Cipta Karya dan Bina Marga (BMCK) Aceh Selatan bersama kontraktor terkait, segera memperbaiki kembali pekerjaan proyek tersebut sebagus dan sebaik mungkin sesuai spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kasus ini tidak kami serahkan dulu kepada pihak penegak hukum sebab bisa saja pekerjaannya masih ada masa pemeliharaan. Makanya kami mendesak pihak BMCK dan pihak kontraktor segera memperbaiki kembali bagian badan jalan yang belum sempurna sehingga badan jalan itu bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat jangan justru keburu hancur baru siap dikerjakan,” tegasnya.

Kepala BMCK Aceh Selatan Ir Bahrum mengaku belum mengetahui terkait pekerjaan pengaspalan jalan hotmix menuju Puskesmas Plus Kuta Fajar dalam kondisi hancur-hancuran. Saat ditanya nama perusahaan serta jumlah anggaran termasuk volume pekerjaan proyek itu, ia juga tidak bersedia dia sebutkan secara rinci dan jelas.

Bahrum hanya menyatakan bahwa jika memang pekerjaan proyek itu tidak memuaskan, maka pihaknya berjanji segera akan memerintahkan pihak kontraktor pelaksana untuk memperbaikinya kembali.

“Iya saya segera akan turun ke lokasi untuk meninjau proyek itu, jika memang tidak memuaskan maka segera kita perintahkan kontraktor untuk memperbaikinya kembali,” kata Bahrum seraya menyebutkan jumlah anggaran proyek tersebut tidak sampai Rp 500 juta.

Sementara itu, kontraktor yang mengerjakan proyek pengaspalan jalan hotmix tersebut, Sulaiman Adami, justru mengaku bahwa pekerjaan proyek tersebut belum pantas dilaksanakan sekarang ini, karena bagian penimbunan base jalan saja belum benar-benar padat.

“Pekerjaan pengaspalan itu memang belum pantas dikerjakan karena lokasi tanahnya tergolong labil dan lembek (berair). Padahal tahapan penimbunan saja belum benar-benar padat, namun karena sudah mendesak dengan batas waktu maka langsung diaspal, sehingga wajar hasil pekerjaannya seperti itu,” jelas Sulaiman Adami. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *