,

Banyak AMP di Aceh Timur tak Miliki Kajian Lingkungan

IDI – Meski sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), beberapa perusahaan Aspal Mixing Plant (AMP) ternyata belum memiliki rekomendasi upaya kajian dan pemantauan lingkungan (UKL-UPL) dari Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Kepala Kantor Badan Lingkungan Hidup Aceh Timur, Fakhrurrazi melalui Kasubbid Pencemaran Limbah, Teuku Andri Putra mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan UKL-UPL kepada beberapa AMP di Aceh Timur, pasalnya ada AMP yang belum mendapatkan izin prinsip dan rekomendasi dari tata ruang Aceh Timur.

“Meski konsultan lingkungan telah turun ke lokasi AMP, untuk mengambil sampel air, udara dan tanah, namun rekomendasi UKL-UPL belum dapat kita keluarkan sebelum adanya izin prinsip dari bupati dan rekomendasi dari tata ruang daerah,” jelasnya.

Teuku Andri Putra menjelaskan, saat ini hanya satu AMP yang telah dikeluarkan UKL-UPL di Aceh Timur, sementara lainya belum, bahkan ada yang sudah keluar izin usaha namun UKL-ULP belum dikeluarkan pihaknya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Aceh Timur, Muhammad Faisal, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya mengeluarkan izin usaha berdasarkan surat keputusan Bupati Aceh Timur nomor 065/666/2014 tentang penetapan standar operasional prosedur pada kantor KPPT Kabupaten Aceh Timur. “Dalam keputusan tersebut tidak disebutkan rekomendasi UKL-UPL dari BLH sebagai syarat wajib dalam mengeluarkan izin usaha,“ ujarnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa AMP di Aceh Timur yang telah mempunyai izin usaha yakni, AMP PT. Sarang Mas Murni tahun 2014 di Kecamatan Birem Bayeun( IMB belum Lengkap), PT. Karya Jaya Nirwalidin tahun 2014 Kecamatan Pante Bidari, PT. Raja Putra Reusong 2015 Kecamatan Julok, PT. Jasa Mandiri Nusantara, 2016 Birem Bayeun (Belum ada UKL-UPL dan IMB) dan PT. Moen Mata Raya Birem Bayeun. Sedangkan AMP Alue Batee Peudawa belum ada dokumen apapun di KPPT dan di BLH Aceh Timur.

Muhammad Faisal menambahkan, pihaknya dalam tahun ini akan melakukan peninjauan ulang dan mendata kembali semua perizinan AMP di Aceh Timur termasuk AMP yang belum memiliki IMB dan UKL-UPL. “Kami akan meninjau kembali terkait perlengkapan semua perizinan AMP dalam wilayah Aceh Timur,“ ujar Muhammad Faisal.[IS]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *