,

Bank Aceh Resmi Go Live Syariah

BANDA ACEH – Terhitung pukul 00.00 WIB Senin, 19 September 2016, sistem operasional Bank Aceh resmi berpindah dan beroperasi (go live) ke sistem syariah. Tonggak sejarah baru ini diharapkan mampu membawa perbaikan ekonomi Aceh ke arah yang lebih baik dalam norma dan kaidah syariah.

Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah, Senin pagi melakukan peninjauan langsung ke Kantor Pusat Bank Aceh di Batoh, Banda Aceh. Selaku pemegang saham pengendali Gubernur berharap dengan sistem syariah Bank Aceh akan menjadi lebih sukses.

Gubernur menjelaskan, proses peralihan Bank Aceh dari bank sistem konvensional ke syariah telah melalui proses panjang dan kerja keras yang tidak mudah. Karenanya, secara khusus Gubernur Zaini Abdullah berterima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah membantu hingga terwujudnya Bank Aceh Syariah. “OJK adalah pahlawan karena telah memenuhi permintaan rakyat Aceh untuk mengkonversi Bank Aceh ke sistem syariah,” pujinya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Perwakilan Aceh, Ahmad Wijaya Putra, mengatakan pengoperasian Bank Aceh dari sistem konvensional ke sistem syariah berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-44/D.03/2016 tanggal 1 September 2016 perihal pemberian Izin Perubahan Kegiatan Usaha Bank Umum Konvensional menjadi Bank Umum Syariah PT Bank Aceh.

Ahmad Wijaya berharap kepada gubernur Aceh, melalui Dewan Komisaris untuk mengawasi Bank Aceh dan memastikan berjalan sesuai sistem syariah. Harapan yang sama juga disampaikan kepada Direksi Bank Aceh, ia meminta agar Bank Aceh menciptakan produk-produk syariah unggulan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga Bank Aceh Syariah terus berkembang.

“Konversi Bank Aceh juga berdampak bagi perbankan syariah secara nasional, bila selama ini share bank syariah masih di bawah 5 persen, dengan konversi Bank Aceh akan mengalami peningkatan,” jelasnya.

pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Aceh, Busra Abdullah mengatakan, seluruh proses konversi sudah final. Seperti sinkronisasi sistem dengan Bank Indonesia terkait transaksi-transaksi antarbank. Termasuk sinkronisasi sistem dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, seperti pengelolaan gaji pegawai negeri sipil, dana pelimpahan pusat ke daerah, penerimaan pajak, dan lain sebagainya.

“Mulai hari ini, Senin, 19 September 2016, Bank Aceh beroperasi dengan sistem syariah secara komprehensif. Kami terus pantau go live ini dari tadi malam, Alhamdulillah semua cabang melaporkan sampai sekarang belum ada kendala. Tim di Jakarta juga terus melakukan pemantauan berjalannya sistem baru ini,” ungkap Busra Abdullah.

Busra Abdullah juga berterima kasih kepada semua pihak, terutama OJK dan BI yang telah membantu proses konversi Bank Aceh ke sistem syariah. Konversi Bank Aceh juga diharapkan menjadi tonggak baru bagi pembangunan ekonomi dan pembangunan Aceh yang lebih optimal.

Ikut hadiri dalam peninjauan go live Bank Aceh ke sistem syariah antara lain: Komisaris Utama Bank Aceh Drs H Dermawan, Kepala OJK Perwakilan Aceh Ahmad Wijaya Putra, perwakilan OJK bidang Departemen Perbankan Syariah Riskun, Direksi dan Kepala Divisi Bank Aceh, Ketua Tim Konversi Bank Aceh Azhari, serta para awak media.[]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *