Banjir Rendam Lima Gampong di Trumon Raya

0
221

TAPAKTUAN – Banjir genangan akibat meluapnya sungai Lae Soraya, wilayah Gelombang Pemko Subulussalam, mengakibatkan lima gampong dalam kawasan Trumon Raya yang terdiri dari Trumon Timur, Trumon Tengah dan Trumon terendam banjir setinggi 1,5 meter. Bencana ini telah terjadi sejak Jumat hingga Minggu, 14-16 Desember 2018.

Berdasarkan data BPBD Aceh Selatan, ketinggian air yang merendam pemukiman penduduk saat ini sudah mencapai 1,5 meter, sehingga sudah melumpuhkan seluruh aktivitas masyarakat setempat. Banjir juga merendam badan jalan negara lintasan Tapaktuan – Medan tepatnya di Jembatan Gampong Ladang Rimba dan Gampong Jambo Papeun, sehingga mengakibatkan transportasi kedua arah terganggu.

Sebagian masyarakat di pedalaman Trumon Raya terpaksa harus dievakuasi ke titik pengungsian yang dipusatkan di Kompi Detasemen B Brimob Trumon Tengah, karena rumah-rumah mereka sudah dikepung banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP kepada wartawan Minggu, 16 Desember 2018 melaporkan bahwa, di Kecamatan Trumon Timur terdapat dua gampong masing-masing Seuneubok Pusaka dan Titi Poben. Di Kecamatan Trumon Tengah juga dua gampong masing-masing Lhok Raya dan Cot Bayu. Kecamatan Trumon satu gampong yakni Padang Harapan.

“Total rumah yang terendam banjir sudah mencapai 160 unit dengan jumlah KK sebanyak 185 atau 619 jiwa. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena ketinggian air terus meningkat dan proses pendataan pun masih terus berlangsung,” kata Cut Syazalisma.

Ia menyebutkan, korban banjir yang telah mengungsi ke titik pengungsian Kompi Brimob Trumon adalah warga korban yang berasal dari Gampong Lhok Raya. Mereka berjumlah 65 KK atau 251 jiwa. Dari jumlah itu sebagiannya terdiri dari 14 lansia, 24 balita, 8 ibu hamil, 10 ibu menyusui dan 2 ibu hamil. “Ada juga sebagian dari mereka yang masih bertahan dirumah-rumah saudara yang lebih tinggi. Jumlahnya sekitar 10 KK atau 50 jiwa,” sebutnya.

Sedangkan titik pengungsian satu lagi, lanjut Cut Syazalisma, adalah di Gampong Jambo Papeun. Pengungsi yang berjumlah 10 KK atau 46 jiwa di sana khusus berasal dari Gampong Cot Bayu.

Untuk membantu proses evakuasi korban banjir, Pemkab Aceh Selatan telah menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, satgas SAR dan TNI/Polri.

“Saat ini proses evakuasi warga terus berlangsung, beberapa rubber boat telah di stanbykan di titik lokasi. Sedangkan dititik pengungsian juga telah dikerahkan mobil dapur umum,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan laporan terakhir yang diterima dari petugas dilapangan, ketinggian air di Gampong Seneubok Pusaka, Gampong Titi Poben dan Cot Bayu makin meningkat. Namun masyarakat setempat masih memilih bertahan dirumah-rumah saudaranya yang berada lebih tinggi.

“Hanya gampong Lhok Raya dan Padang Harapan yang warganya sudah mengungsi. Sedangkan gampong lainnya masih bertahan. Meskipun demikian, petugas tetap telah menstanbykan rubber boat dititik lokasi masing-masing,” ucapnya.

Bupati Aceh Selatan, H. Azwir, Minggu, 16 Desember 2018 telah turun langsung ke Trumon Tengah untuk meninjau warga korban banjir yang telah dievakuasi di titik pengungsian Kompi Brimob. Untuk menuju ke lokasi, Bupati H. Azwir didampingi istri Ny. Jasnimar Jakfar bersama rombongan harus menerobos banjir setinggi 1 meter lebih yang merendam badan jalan di Ladang Rimba.

H. Azwir menginstruksikan kepada BPBD Aceh Selatan bersama tim gabungan agar memprioritaskan proses evakuasi korban banjir terutama anak-anak, lansia dan ibu hamil serta penyaluran bahan makanan dan kebutuhan mendesak lainnya untuk para korban banjir.

“Untuk titik pengungsian di Trumon dalam belum bisa ditinjau oleh bupati karena ketinggian air terus naik. Namun secara keseluruhan beliau sudah mengetahui proses penanganan terhadap warga. Bupati meminta agar para korban ditangani secara baik, segala persoalan agar diselesaikan segera ditempat. Pasokan logistik dan tenaga kesehatan harus betul-betul aman, khususnya harus diberikan perlakuan istimewa terhadap kelompok renta seperti anak bayi, ibu hamil, anak-anak dan lansia,” kata Kepala BPBD Cut Syazalisma mengutip arahan bupati.

Bupati Aceh Selatan H. Azwir S.Sos melalui Kepala BPBD Cut Syazalisma kembali meminta kepada Pemerintah Provinsi Aceh dibawah kepemimpinan Plt. Gubernur Nova Iriansyah agar segera memprogramkan pembangunan tanggul atau kanal disepanjang sungai Lae Soraya perbatasan Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam.

“Dengan keadaan seperti ini, sepatutnya Pemerintah Provinsi Aceh memprioritaskan penanggulangan banjir di Trumon Raya ini. Dengan cara memfasilitasi penyediaan anggaran dari Pusat sumber APBN sebab hal itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera-1 Aceh. Bentuk penanganannya tentu akan ditetapkan apakah dibangun tanggul atau kanal setelah dilakukan kajian secara komprehenif,” pungkasnya.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here