,

Banjir Bandang Rendam Trumon Timur, 1.338 Warga Mengungsi

TAPAKTUAN – Banjir bandang melanda desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, Selasa malam, 4 April 2017 sekitar pukul 21.00 WIB pasca diguyur hujan. Dua dusun du desa itu Simpang Empat dan Alue Tengoh terendam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Ir Sufli melaporkan bahwa, banjir bandang yang merendam pemukiman penduduk antara 1 hingga 1,5 meter tersebut mengakibatkan 237 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 1.338 jiwa penduduk setempat terpaksa harus mengungsi ke rumah-rumah sanak famili mereka di desa tetangga.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang tersebut, namun karena ketinggian air mencapai 1,5 meter mengakibatkan para korban banjir harus meninggalkan rumah mereka pada malam itu untuk mengungsi sementara ke rumah sanak famili di desa-desa tetangga,” kata Ir Sufli saat dihubungi wartawan di Tapaktuan, Kamis, 6 April 2017.

Menurutnya, karena banjir yang terjadi secara tiba-tiba tersebut turut serta menghanyutkan bongkahan kayu gelondongan dari hulu sungai, telah mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian milik warga setempat seperti sawit, jagung dan kacang tanah termasuk cabai rusak berat, karena tertimbun material kayu dan sedimen lumpur.

Tidak hanya itu, kata dia, luapan banjir juga turut serta merendam badan jalan negara lintasan Tapaktuan – Medan tepatnya di Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur setinggi 60 cm. Akibatnya, puluhan kendaraan roda empat dan roda dua dari kedua arah mengalami macet sekitar satu kilometer selama beberapa jam karena arus lalulintas tidak bisa dilalui akibat terganggu genangan banjir diatas badan jalan.

Pihaknya, kata Sufli, langsung menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD ke lokasi kejadian banjir pada Selasa malam. Termasuk menurunkan rubber boat untuk keperluan evakuasi korban banjir secara darurat.

Namun, hantaman banjir bandang tersebut tidak berlangsung lama. Karena setelah ditunggu selama beberapa jam akhirnya genangan air surut seiring meredanya guyuran hujan.

Upaya pembersihan rumah penduduk, mushalla dan pesantren, baru bisa dilakukan pada Rabu, 5 April 2017 pagi dengan menerjunkan  dua unit armada mobil pemadam kebakaran dari pos Kota Fajar Kecamatan Kluet Utara dan Pos Kecamatan Bakongan.

“Selain menerjunkan mobil pemadam kebakaran, kami juga turut menerjunkan mobil dapur umum dan mendirikan tenda pengungsian. Namun peralatan tersebut tidak perlu difungsikan lagi karena pasca selesai pembersihan rumah dengan dibantu prajurit TNI dan Polri, pada hari itu juga warga korban banjir memilih kembali ke rumahnya masing-masing,” ungkap Sufli.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *