,

Bangunan Pasar Peulamat Sudah 2 Tahun Terbengkalai

TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) diminta segera memfungsikan pasar rakyat Gampong Tengah Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur.

Soalnya, pasar yang dibangun sumber APBK Aceh Selatan tahun 2015 senilai Rp 2 miliar lebih tersebut sudah mulai rusak yang diduga akibat sudah terlalu lama dibiarkan terbengkalai.

Permintaan itu disampaikan Koordinator LSM Pusat Pemantau Kebijakan Publik (PPKP) Aceh Selatan, Adi Irawan di Tapaktuan, Jumat, 31 Maret 2017. Ia mengungkapkan, keberadaan pasar rakyat tersebut sudah hampir dua tahun terbengkalai sejak selesai dibangun tahun 2015 lalu.

Ironisnya lagi, akibat tak difungsikan, beberapa bagian bangunan sudah mulai rusak, seperti jeruji yang dibangun mengelilingi bangunan sudah ambruk. Sebagian atap sudah mulai bocor, lantai keramik sudah mulai terkelupas dan tertimbun lumpur.

“Khusus terhadap jeruji yang sudah ambruk tersebut diduga kuat disebabkan karena dibuat tidak kokoh, karena hanya dilengketkan seadanya oleh pihak kontraktor pelaksana,” ungkap Adi.

Adi Irawan melanjutkan, akibat pengerjaan jeruji asal-asalan, saat secara tiba- tiba ambruk nyaris saja menimpa anak-anak yang sedang bermain di bawahnya beberapa waktu lalu. Sejumlah warga setempat telah membongkar sebagian jeruji tersebut.

Warga meminta kepada dinas terkait agar segera membongkar sisa jeruji yang masih tersisa dibangunan tersebut untuk menghindari jatuhnya korban jiwa jika jeruji fantasi tersebut ambruk secara tiba-tiba.

“Kami menilai bahwa, pembangunan proyek pasar rakyat itu sama dengan menghambur-hamburkan uang negara secara percuma alias sia-sia. Karena bangunan tersebut masih terbengkalai sampai sekarang ini. Hal itu selain disebabkan karena perencanaan proyek tidak matang juga disebabkan karena pekerjaan proyek oleh kontraktor pelaksana tidak berkualitas,” jelas Adi Irwan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Perdagangan pada Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, Saiful Rahman SE mengaku bahwa pihaknya tidak tahu persis berapa jumlah anggaran dan nama perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut karena pembangunan proyek itu sudah dilaksanakan sebelum dirinya menjabat.

“Terkait telah terjadinya kerusakan di beberapa bagian bangunan, akan kami perbaiki kembali dalam waktu dekat ini, sekaligus dengan pengerjaan penambahan bangunan di pasar tersebut sumber APBK 2017,” ujar Saiful Rahman.

Saiful Rahman menjelaskan, terengkalainya bangunan pasar tersebut disebabkan karena pembangunan pasar yang tidak sesuai dengan kebutuhan ril di lapangan. Hal itu disebabkan karena perencanaan awalnya yang keliru.

“Untuk menghidupkan pasar tersebut kita akan membuat kios-kios di bangunan pasar yang sebelumnya hanya berbentuk los terbuka. Sehingga ke depannya akan ada pedagang yang berjualan di pasar tersebut,” pungkasnya.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *