,

Bangunan Pasar di Aceh Selatan Banyak Telantar

TAPAKTUAN – Sejumlah bangunan pasar rakyat di Kabupaten Aceh Selatan terlantar, baik yang dibangun dengan APBK, APBA maupun dengan anggaran dari APBN. Bila tidak difungsikan maka bangunan tersebut akan mubazir.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Aceh Selatan, Irwan, di Tapaktuan, Selasa, 25 Oktober 2016 mengungkapkan, bangunan pasar yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut jika tidak difungsikan, maka taka da kontribusi bagi pendapatan daerah.
 
“Karena itu kami mendesak Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah segera mempersiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan sehingga keberadaan bangunan pasar rakyat yang selama ini telantar tersebut bisa segera difungsikan,” harapnya.

Pasar-pasar yang belum difungsikan itu antara lain adalah pasar Kecamatan Samadua, Pasar Kecamatan Meukek, Pasar Peulumat Kecamatan Labuhanhaji Timur, Pasar Kuta Fajar Kecamatan Kluet Utara serta peningkatan dan penyempurnaan sarana dan prasarana Pasar Inpres Kota Tapaktuan.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, Saiful Rahman menyatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah dalam rangka memfungsikan beberapa bangunan pasar rakyat tersebut.
 
Terhadap bangunan Pasar rakyat di Peulumat Kecamatan Labuhanhaji Timur, kata Saiful, selain telah membangun sejumlah fasilitas penunjang, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Muspika setempat termasuk dengan para pedagang.
 
“Hasil musyawarah kami dengan para pedagang, mereka keberatan memanfaatkan fasilitas pasar tersebut karena bangunan pasar itu tidak tersedia tempat mereka berjualan melainkan hanya berbentuk los terbuka. Menindaklanjuti aspirasi tersebut, dalam tahun 2016 ini kami telah membangun sekat-sekat tempat para pedagang berjualan termasuk sejumlah fasilitas lainnya untuk menciptakan kenyamanan bagi pedagang saat berjualan,” ujar Saiful.
 
Kondisi serupa juga dilakukan oleh pihaknya terhadap bangunan Pasar rakyat di Kuta Fajar Kecamatan Kluet Utara. Menurutnya, penyebab para pedagang enggan berjualan di lokasi pasar tersebut karena selama ini tidak tersedia akses jalan yang bagus, termasuk lokasi tersebut tergolong rawan banjir di musim hujan.
 
Untuk menarik minat para pedagang berjualan di pasar tersebut, dalam tahun 2016 ini Pemkab Aceh Selatan melalui dinas teknis terkait telah melakukan pengaspalan hotmix pada ruas jalan yang menghubungkan dari pusat pasar Kuta Fajar ke lokasi bangunan pasar dimaksud.
 
“Selain pengaspalan jalan, Pemkab Aceh Selatan juga telah membangun sejumlah drainase di seputaran bangunan pasar tersebut sehingga di saat musim hujan air tidak lagi tergenang di halaman pasar. Langkah perbaikan terhadap sejumlah fasilitas lainnya juga telah kami lakukan seperti pasokan air bersih dan jaringan listrik dari PLN,” sebut Saiful.
 
Pihaknya, sambung Saiful Rahman, menargetkan pada awal tahun 2017 seluruh bangunan pasar rakyat yang selama ini telantar tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh para pedagang sehingga konsumen atau masyarakat luas yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari bisa lebih nyaman dibangunan pasar yang baru tersebut.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *