,

Balon Gubernur Aceh ‘Bajak’ KTP Komisioner KIP

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Salah satu pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang maju lewat jalur Independen terancam akan digugat secara perdata dan pidana oleh salah seorang Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Selatan, Saiful.

Saiful merasa dirugikan atas keputusan pasangan balon gubernur dan wakil gubernur Aceh tersebut yang turut memasukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya serta membubuhkan tandatangannya yang diduga dipalsukan pada Formulir B1 Kwk yang telah diserahkan ke pihak penyelenggara pemilu sebagai syarat dukungan.

“Saya sama sekali tidak pernah memberikan dukungan KTP dan membubuhkan tandatangan pada Formulir B1 Kwk sebagai syarat dukungan terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang maju lewat jalur Independen manapun. Namun tanpa sepengetahuan saya tiba-tiba identitas diri saya sesuai KTP telah tertera dalam syarat dukungan salah satu bakal calon,” kata Saiful kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu, 24 Agustus 2016.

Menurutnya, persoalan itu diketahui saat pihaknya memeriksa berkas dukungan KTP tiga pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikirim KIP Aceh pada Minggu (21/8) lalu. Saat dilakukan pengecekan, ternyata nama dia tertera dalam berkas syarat dukungan KTP salah satu pasangan bakal calon gubernur.

“Untuk memastikannya, saya mencocokkan Nomor Induk KTP ternyata sesuai dengan milik saya, demikian juga tempat dan tanggal lahir serta foto juga sesuai seperti yang tertera di KTP saya,” ungkap Saiful.

Anehnya lagi, dukungan KTP tersebut bukan saja dia seorang diri yang dimasukkan di Desa Bakau Hulu, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan tapi seluruh warga desa setempat juga turut dimasukkan dalam berkas syarat dukungan KTP bakal calon bersangkutan.

Atas keputusan tersebut, Saiful mengaku sangat dirugikan karena statusnya sebagai komisioner KIP jelas-jelas secara aturan tidak dibenarkan memberikan dukungan terhadap salah satu bakal calon yang akan maju pada Pilkada.

“Jelas saya merasa dirugikan karena sebagai penyelenggara pemilu kami dituntut harus independen serta tidak boleh memihak. Hal ini juga mengakibatkan terganggunya konsentrasi saya dalam bekerja mempersiapkan seluruh tahapan Pilkada yang telah diambang pintu,” sesal Saiful.

Meski dmeikian, Saiful menolak memberikan nama pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang memasukkan KTP-nya itu dalam syarat dukungan. Alasannya, karena belum selesainya proses verifikasi faktual oleh pihak PPS dan PPK.

“Jika proses verifikasi faktual itu telah selesai, baru saya akan mengambil tindakan sesuai aturan dan mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan. Salah satu langkah yang akan saya lakukan adalah melaporkan kasus ini kepada pihak Panwaslih,” tegasnya.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KIP Aceh Selatan, Edi Saputra membenarkan bahwa salah satu pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang maju lewat jalur Independen telah memasukkan KTP salah seorang komisioner KIP Aceh Selatan dalam syarat dukungan KTP yang telah diserahkan kepada pihaknya oleh KIP Aceh.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *