,

Bakar Rumah Sekdes dan Bacok Tiga Warga, Pelaku Tewas Secara Misterius

TAPAKTUAN – Gampong Mersak, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan digemparkan dengan kejadian pembakaran rumah dan pembacokan tiga warga secara tiba-tiba oleh pelaku bernama Martin. Dari tiga warga korban pembacokan, satu di antaranya meninggal dunia.

Anehnya lagi, pelaku yang berdomisili di Lawe Melang, setelah berhasil diciduk polisi lalu diboyong ke Mapolres Aceh Selatan, secara tiba-tiba pada dinihari juga meninggal.

Keuchik Gampong Mersak, Kecamatan Kluet Tengah, Battalimus, menceritakan kronologis kejadian bermula pada Sabtu, 5 Mei 2018 sekitar pukul 20.15 WIB pelaku Martin secara tiba-tiba mendatangi rumah Sekdes Mersak sambil menenteng satu botol air mineral berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Pelaku langsung teriak-teriak memanggil nama Sekdes.

Pelaku langsung menyiramkan bensin di depan pintu rumah Sekdes Mersak, lalu membakarnya. Beruntung aksi pelaku sempat dilihat oleh warga setempat. Puluhan warga Gampong Mersak langsung berlari ke rumah Sekdes untuk memadamkan kobaran api dan sebagian warga lainnya mengejar pelaku yang sudah melarikan diri.

Meskipun kobaran api tidak sempat menghanguskan seluruh isi rumah karena cepat dipadamkan warga, tapi kerugian materil yang dialami Sekdes Mersak dampak dari pembakaran itu diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kerusakan yang ditimbulkan antara lain, 1 unit sepeda motor honda scopy hangus terbakar, garasi bagian atap rumah dan pintu rumah bagian depan juga hangus terbakar.

Tragisnya lagi, lanjut Battalimus, saat sejumlah masyarakat mengejar hendak menangkap pelaku, dia yang bersenjata tajam jenis parang justru melakukan perlawanan. Sambil berlari dari kejaran warga, pelaku membacok satu orang bocah yang sedang berdiri di depan rumahnya tidak jauh dari rumah Sekdes Mersak yang baru dibakarnya. Bocah bernama Paras (3) langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah dibacok di bagian kepala dengan bekas luka cukup besar (kepala bagian atas terbelah) sehingga tubuh korban berlumuran darah segar.

“Selain bocah, pelaku juga membacok Gadung (50), ia mengalami luka bacok sebanyak dua kali dibagian bahu. Selanjutnya Saiful, (30) mengalami luka bacok di punggung sebanyak 1 kali. Kedua orang ini dibacok saat hendak menangkap pelaku,” ungkap Battalimus.

Karena pelaku melakukan perlawanan, aparat gampong setempat akhirnya menghubungi Polsek Kluet Tengah. Pelaku yang telah bersembunyi di rumah orang tuanya di Gampong Mersak, akhirnya tepat pukul 20.45 WIB berhasil diamankan.

Untuk menghindari amukan massa, pada malam itu juga pelaku langsung diboyong ke Mapolres Aceh Selatan di Tapaktuan. Sedangkan dua korban pembacokan yang masih selamat masing-masing Gadung dan Saiful langsung dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan, Kluet Tengah untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Kami belum mengetahui motif aksi pembakaran dan pembacokan tersebut, sebab setahu kami sebelumnya antara pelaku dengan Sekdes tidak ada persoalan apa-apa. Yang lebih mengherankan lagi, tepat sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, secara tiba-tiba kami dapat kabar bahwa pelaku yang telah diamankan polisi justru meninggal dunia,” ungkapnya.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono ST yang dimintai konfirmasi terpisah di Tapaktuan, Minggu, 6 Mei 2018 membenarkan kejadian tersebut. “Menurut keterangan awal dari warga setempat, pelaku ada mengidap gangguan jiwa selama ini,” kata kapolres.

Saat ditanya apakah benar pelaku secara tiba-tiba meninggal dunia setelah diamankan pada Sabtu dinihari? AKBP Dedy Sadsono juga membenarkan hal itu. “Benar, pelaku meninggal dunia saat di rumah sakit,” ujar kapolres tanpa menjelaskan penyebab pelaku meninggal dunia.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *