Baitul Mal Aceh Salurkan Rp 1,26 Miliar Bantuan Ramadhan

0
168

BANDA ACEH – Baitul Mal Aceh menyalurkan bantuan Ramadhan Bahagia senilai Rp 1,26 miliar untuk 1.800 mustahik. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Masjis Al Faizin, Lampeuneureur, Rabu pagi, 29 Mei 2019 oleh Wakil Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Mahdi Ahmadi menjelaskan, program Santunan Ramadhan merupakan program rutin Baitul Mal Aceh. Program ini bertujuan untuk membantu meringankan beban para mustahik, yang cenderung meningkat saat menjelang lebaran.

“Untuk Program Santunan Ramadhan tahun ini sebanyak 1.800 mustahik dari 258 desa atau 7 kecamatan. Setiap mustahik mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp700 ribu,” jelas Mahdi Ahmadi.

Mahdi menjelasakan, selain bantuan ramadhan bahagia, Baitul Mal Aceh juga memiliki beberapa program yang menyasar para fakir miskin dan muallaf, di antaranya pembangunan dan renovasi rumah dhuafa, bantuan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin, bantuan pendidikan bagi keluarga miskin, pembinaan Syariat Islam, pembinaan sosial keagamaan, bantuan syariah bagi muallaf dan bantuan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh selaku Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Muhammad Iswanto mengatakan, penyerahan bantuan ramadhan bahagia tahun ini dilakukan dengan cara transfer langsung kepada para mustahik.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, sistem penyaluran bantuan kita lakukan dengan transfer langsung ke rekening para mustahik. Tahun sebelumnya kita serahkan secara cash. Saat ini, hampir seluruh bantuan yang disalurkan oleh Baitul Mal Aceh dikirim dalam bentuk nontunai. Jadi, amil zakat tidak membawa lagi uang kepada mustahik, tetapi akan dikirim langsung ke buku tabungan mustahik itu sendiri agar lebih aman,” ujar Iswanto.

Tahun ini, sambung Iswanto, untuk progam Santunan Ramadhan, Baitul Mal Aceh menganggarkan dana zakat sebesar Rp 1,26 miliar. Mekanisme pengambilan data dilakukan oleh Baitul Mal dengan menyurati Geuchik Gampong untuk dikirimkan nama-nama keluarga miskin.

“Geuchik sebagai unit Pemerintahan terkecil yang paling dekat dengan masyarakat tentu lebih mengetahui siapa saja warganya yang masuk dalam kategori miskin dan berhal mendapatkan bantuan. Meski demikian mekanisme verifikasi tetap kami lakukan. Jika hasil verifikasi kami ternyata ada nama orang yang tidak layak masuk kategori mustahik, maka akan kami coret,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Aceh Besar itu.

Iswanto mengungkapkan, saat ini Baitul Mal Aceh tidak bisa lagi membantu langsung mustahiq-mustahiq yang membawa proposal ke BMA. “Semua program Baitul Mal yang ada saat ini sudah terintegrasi dengan Baitul Mal Kabupaten/Kota. Jadi tidak ada lagi penerimaan proposal di kantor BMA,” pungkasnya.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here