Asosiasi Pedagang Daging Indonesia Jajaki Investasi Peternakan di Gayo Lues

0
212

BLANGKEJEREN – Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menjajaki kemungkinan investasi bidang peternakan di Kabupaten Gayo Lues. Pembahasan awal rencana tersebut sudah dilakukan antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDI dengan Pemkab Gayo Lues, Senin malam, 18 Maret 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Untuk merealisasi rencana kerja sama investasi tersebut, pemerintah daerah negeri seribu bukit itu akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Peternakan. Badan tersebut nantinya diharapkan bisa mengembalikan keyajaan peternakan Gayo Lues sebagai daerah swasembada daging dan penghasil ternak di Aceh.

Hal itu diungkapkan Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru, Selasa, 19 Maret 2019. Menurutnya, BUMD Peternakan yang akan didirikan untuk merealisasi rencana tersebut, konsepnya lebih untuk memberdayakan peternak dan menggerakan ekonomi masyarakat yang berorientasi pada pasar.

“Tahun ini, sudah diinstruksikan kepada setiap Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di desa-desa untuk menyiapkan kandang dan pakan. Bisa Rp 300 juta hingga Rp 400 juta juta dana desa yang bisa dialokasikan untuk kegiatan tersebut. Nanti, akan diupayakan juga melalui dana Otsus,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, jelasnya, tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Pertanian Gayo Lues juga akan merealisasikan demplot “Ada tiga demplot. Lokasinya sudah ditentukan. Masing-masing demplot ada 10 sapi. Karenanya, kami perlu pendampingan dari APDI, mulai dari hulu sampai hilir. Tahun 2020 diharapkan sudah terjadi penjualan hasil panen,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Gayo Lues, Ali Husin, menegaskan dukungan untuk program tersebut. Sepanjang untuk kemajuan daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat, pihaknya di DPRK akan mendukung penuh.Namun Ali Husin menekankan, perlunya penyiapan dan ketersediaan pakan. Khususnya, dengan memanfaatkan limbah pertanian yang melimpah di Gayo Lues.

“Mudah-mudahan, demplot yang mau dijalankan dapat berjalan sesuai yang diharapkan, sehingga masyarakat bisa melihat contoh yang sudah berhasil. Kalau sudah berhasil, masyatakat akan mengikut dengan sendirinya,” katanya.

Dalam pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta tersebut, DPP APDI memberikan masukan-masukan terkait rencana pengembangan peternakan di Gayi Lues itu. Ketua Bidang ekspor impor DPP APDI, Asnawi menilai secara geografis Gayo Lues sangat mendukung untuk perternakan. ÔÇťApalagi, sebelumnya, merupakan daerah penghasil ternak di Aceh. Kami juga sudah dua kali ke Gayo Lues. Sudah melihat potensi makro dan mikronya,” kata Asnawi.

Sementara itu Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, meminta untuk segera dibuatkan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala BAPPEDA Gayo Lues Ibnu Hafit, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Zakaria, dan Anggota Tim Task Force Percepatan Pembangunan Gayo Lues Yusradi Usman al-Gayoni. Dari DPP APDI, turut serta Ketua Litbang Sudaryadi, Ketua Perternakan Widhanardi, dan Ardi Adji.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here