,

ASDP Kembali Buka Operasional Feri Labuhanhaji–Sinabang

LABUHAN HAJI – Setelah sempat dibekukan sejak pertengahan bulan Maret 2016 lalu, akhirnya PT ASDP kembali membuka operasional kapal feri rute pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji, Aceh Selatan – Sinabang, Kabupaten Simeulue.

Kepastian informasi terkait akan dibuka kembali operasional itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Aceh Selatan, Hamzah SH di Tapaktuan, Jumat, 29 April 2016.

Namun, Hamzah mengaku tidak mengetahui atas dasar apa pihak PT ASDP mengambil keputusan tersebut secara tiba-tiba, setelah sebelumnya hampir dua bulan operasional rute Labuhanhaji – Sinabang dibekukan.

“Kami tidak mengetahui atas dasar apa operasional feri diaktifkan kembali, namun yang pasti secara tiba-tiba pada Jumat (29/4) kami menerima surat dari PT ASDP memberitahukan bahwa operasional Kapal Feri di Pelabuhan Labuhanhaji akan dibuka kembali,” kata Hamzah.

Berdasarkan surat dari PT ASDP Nomor : Peng.176/UM.006/ASDP-SKL/2016 tertanggal 29 April 2016, disebutkan bahwa sehubungan telah dioperasikan kembali pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji, Aceh Selatan, maka disampaikan perubahan jadwal operasional KMP Labuhanhaji yang mulai berlaku pada tanggal 2 Mei 2016.

Untuk rute pelayaran dari Sinabang – Labuhanhaji berlangsung selama tiga kali dalam seminggu masing-masing Senin, Selasa dan Jumat dengan jadwal berangkat dari Pelabuhan Sinabang setiap pukul 22.00 WIB.

Sedangkan rute pelayaran dari pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji – Sinabang juga berlangsung selama tiga kali dalam seminggu yakni Selasa pukul 10.00 WIB, Rabu pukul 22.00 WIB dan Sabtu pukul 10.00 WIB.

Dengan perubahan jadwal keberangkatan feri dari Labuhanhaji – Sinabang maupun Sinabang – Labuhanhaji tersebut, maka secara otomatis jadwal operasional feri dari Sinabang – Aceh Singkil maupun Aceh Singkil – Sinabang juga berubah.

Untuk rute pelayaran Sinabang – Aceh Singkil berlangsung satu kali dalam seminggu yakni Sabtu pukul 22.00 WIB dan rute pelayaran dari Aceh Singkil – Sinabang pada Minggu pada pukul 17.00 WIB sore.

Kadishubkominfo Aceh Selatan, Hamzah mengatakan, untuk rute pelayaran Kapal baik dari Labuhanhaji – Sinabang maupun Sinabang – Aceh Singkil, seluruhnya dilayani oleh satu Kapal Feri yakni KMP Labuhanhaji, karena Kapal Feri satu lagi yakni KMP Sinabang sedang naik dok sekitar satu minggu lalu.

“Jika Kapal Feri KMP Sinabang sudah selesai naik dok, maka rute pelayaran dari Labuhanhaji – Sinabang maupun sebaliknya serta rute Sinabang – Aceh Singkil maupun sebaliknya kembali akan dilayani oleh dua kapal Feri seperti biasa dan jadwal keberangkatan kapal pun akan di sesuaikan kembali,” ujar Hamzah.

Saat ditanyai terkait kesiapan kondisi dermaga Pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji, Aceh Selatan, yang sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian Movible Bridge (MB), Hamzah memastikan bahwa kerusakan tersebut telah lama selesai dilakukan perbaikan oleh pihaknya, sehingga dipastikan sudah siap melayani kembali sandar dan labuh serta bongkar muat orang dan barang dari kapal feri.

Namun, khusus terhadap aktivitas bongkar muat barang melalui kendaraan ke kapal feri akan dibatasi dengan maksimal muatan seberat 17 ton. Jika lewat dari batas maksimum yang ditetapkan tersebut, maka petugas akan mengambil tindakan tegas untuk melarang truk muatan barang tersebut melintas di dermaga Pelabuhan Labuhanhaji.

“Karena kondisi dermaga sudah tidak memungkinkan lagi, maka kami akan menempatkan petugas dilapangan untuk mengawasi secara ketat setiap truck yang akan dimuat ke atas Kapal Feri. Kapasitas muatan sebuah truck barang rata-rata sekitar 14 ton, sementara batas toleransi kita sekitar 17 ton. Namun jika ada truck barang dengan kapasitas muatan melebihi 17 ton, maka akan dilarang melintas di dermaga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Hamzah.

Menyikapi kondisi dermaga Pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji yang dinilai sudah tidak layak lagi, Pemkab Aceh Selatan melalui Dishubkominfo telah mengusulkan kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika Aceh untuk merenovasi bangunan dermaga dimaksud.

Kadishubkominfo Aceh Selatan, Hamzah, menyatakan, usulan yang disampaikan oleh pihaknya tersebut telah mendapat sambutan positif dari Dinas Perhubungan Provinsi Aceh dan bahkan terkait renovasi dermaga tersebut telah diprogramkan akan dibangun dalam waktu dekat ini dengan anggaran mencapai Rp 12 miliar.

“Karena status Pelabuhan Labuhanhaji tersebut milik Pemerintah Aceh maka untuk langkah perbaikannya kami usulkan ke Provinsi. Usulan tersebut telah direspon positif, rencananya kebutuhan anggaran yang mencapai Rp 12 miliar akan dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK), namun untuk kelanjutannya kami belum mendapat kepastian yang jelas, apakah benar-benar akan direalisasikan dalam tahun 2016 ini atau pada tahun 2017 mendatang,” kata Hamzah.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *