,

Areal Pentas Seni Gelap, Bupati Marahi Dispora

BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim, Sabtu malam, 12 Maret 2016 marah saat membuka pentas seni HUT ke-14 daerah tingkat dua tersebut. Jalan ke tempat acara di Stadion Negeri Seribu Bukit gelap gulita, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) pun jadi sasaran amarah Ibnu Hasyim. Orang nomor satu di Gayo Lues tersebut juga meminta Dinas Pariwisata untuk menggali seni tradisi khas Gayo Lues yang mulai hilang.

“Kalai saya tahu jalan tidak ada lampu ke lokasi acara di seputaran kompleks stadion ini, saya tidak akan hadir untuk membuka acara pentas seni ini. Ini prestasi yang lemah untuk Dispora,” katanya dengan nada tinggi di hadapan para kepala dinas, isntansi dan badan serta masyarakat yang menyaksikan acara tersebut.

Untuk itu, Ibnu Hasim meminta Dispora bekerja sama dengan Dinas Pertambangan dan Energi agar dalam waktu dekat memasang lampu disetiap sudut kompleks lapangan stadion.

“Tolong Dinas Pertambangan pasang lampu, di semak-semak sana kalian pasang lampu jalan, di sini tempat berkumpul saat ada kegiatan kalian biarkan, kan gelap di sudut-sudut sana,” perintahnya dengan nada tegas.

Ibnu Hasyim melanjutkan, jika keadaan itu terus dibiarkan, ia khawatir adanya orang-orang berpacaran hingga menimbulkan khalwat, sehingga anggota Wilayatul Hisbah harus melakukan penangkapan.

Selain itu, Ibnu Hasyim juga mengkritik tampilan acara yang hanya menampilkan tarian-tarian tertentu saja. Selama ini hanya tari saman, bines dan didong saja yang sering tampil pada acara-acara tertentu.

“Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan, saya berharap agar kesenian yang sudah lama tidak pernah tampil agar digali kembali, supaya nilai-nilai luhur kita selaku orang Gayo tetap melekat pada diri kita, jagan membiarkan kesenian yang sudah terkubur itu,” katanya.

Ibnu Hasyim melanjutkan, kesenian yang hilang di Kabupaten Gayo Lues salah satunya main kecapi yang terbuat dari batang bambu yang biasa diselinggi dengan harmonika. “Yang membedakan kita dengan orang suku lain hanyalah seni dan budaya, karena setiap bangsa dan daerah memiliki kesenian dan budaya tersendiri, maka dari seni dan budaya inilah kita bisa menunjukan jati diri sebagai orang Gayo,” jelasnya.

Pada pembukaan pentas seni HUT Gayo Lues ke-14 ikut ditampilkan, tari saman bocah dari SD N 1 Blangkejeren, tari bines oleh sanggar Kerenem Pirak, tari ranup lampuan SMA Seribu Bukit, tari kreasi krenem Pirak, rapai geleng versi Gayo lues, dan tarian Jawa khas Paya Kumer.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *