Ardindo Minta Pemerintah Tingkatkan Surplus Neraca Perdagangan

0
379

JAKARTA – Pemerintah diminta untuk melakukan upaya untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan, sehingga bisa menekan inflasi dan harga barang, serta produsen dalam negeri bisa bersaing dengan barang-barang impor.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) Bidang Distributor dan Keagenan, H Firmandez, Selasa, 16 Juli 2019.

Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh ini mengungkapkan, berdasarkan data Bank Indonesia, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 kembali mencatat surplus sebesar 0,19 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 0,22 miliar dolar AS.

“Ritme ini yang harus dijaga, sehingga pemerintah bisa mempertahankan surplus neraca perdagangan, sehingga pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi stabil dan inflasi bisa ditekan,” jelas H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, Pemerintah juga harus mampu menekan angka neraca pembayaran, karena jika neraca pembayaran juga surplus, akan berpengaruh terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong ke arah kenaikan harga yang akhirnya akan menyebabkan terjadinya inflasi.

“Jadi di satu sisi neraca perdagangan harus dijaga agar tetap surplus, di sisi lain pada saat bersamaan pemerintah harus mampu menekan angka neraca pembayaran, sehingga berdampak pada perbaikan pendapatan negara,” lanjut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri (HIPSI) tersebut.

H Firmandez menambahkan, jika pun pemerintah tidak bisa menekan angka neraca pembayaran, minimal menjaga keseimbangannya, sehingga tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan dapat menghindari terjadinya defisit.

Sebagaimana dilansir Bank Indonesia, neraca perdagangan migas tercatat defisit 0,97 miliar dolar AS pada Juni 2019, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,05 miliar dolar AS. Perbaikan tersebut ditopang oleh menurunnya impor migas dari 2,18 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 1,71 miliar dolar AS pada Juni 2019.

Penurunan impor migas terjadi pada seluruh komponen baik minyak mentah, hasil minyak, maupun gas. Sementara itu, ekspor migas menurun dari 1,14 miliar dolar AS menjadi 0,75 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen ekspor gas sejalan dengan menurunnya volume dan harga ekspor gas.

Neraca perdagangan nonmigas Juni 2019 mengalami surplus 1,16 miliar dolar AS, tidak banyak berbeda jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya yang mencatat surplus 1,26 miliar dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas yakni dari 13,69 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 11,03 miliar dolar AS pada Juni 2019.

“Surplus neraca perdagangan harus terus dijaga, sehingga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah bersama otoritas terkait harus terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional,” harap H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here