,

Apa Karya: UUPA Belum Selesai, Pemerintah Jangan Usik Tanah Wakaf Aceh di Mekkah

JAKARTA – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman meminta Pemerintah Indonesia untuk tidak mengusik Baitul Asy, tanah wakaf milik rakyat Aceh di Mekkah, Arab Saudi.

Hal itu disampaikan langsung pria yang sering disapa Apa Karya tersebut kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo (Bamsoet), Kamis, 15 Maret 2018 di Jakarta.

“Ini soal kepercayaan rakyat Aceh kepada Pemerintah Indonesia. Selesaikan dulu kewajiban pemerintah terhadap Aceh sebagaimana diamanatkan undang-undang, yakni merealisasikan semua turunan Undang Undang Pemerintahan Aceh,” kata Apa Karya.

Apa Karya menambahkan, pemerintah jangan lagi membuat luka bagi rakyat Aceh dengan mencampuri urusan pengelolaan tawah wakaf Aceh di Arab Saudi. Tanah wakaf Baitul Asy atau rumah Aceh tersebut sudah ada sejak abad ke-17 pada masa kerajaan Aceh, jauh sebelum negara Indonesia terbentuk.

“Saya minta kepada Pemerintah Indonesia melalui Ketua DPR RI untuk memikirkan hal ini. Jangan lagi ribut-ribut, selesaikan hak-hak Aceh sebagaimana diamantkan undang-undang. Soal bendera Aceh kalau tidak disetujui bisa diubah dari bulan bintang ke alam peudeung, jangan digantung seperti sekarang. Urusan UUPA saja belum selesai, kini pemerintah ingin mengusik harta wakaf Aceh, tidak boleh begitu,” tegas Apa Karya.

Menanggapi permintaan Apa Karya tersebut, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, akan menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah dalam waktu dekat.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *