,

Aniaya Santiriwati Hingga Pingsan, Pemimpin Pesantren Jadi Tersangka

BLANGKEJEREN – Aparat Kepolisian Polres Kabupaten Gayo Lues menetapkan pimpinan pondok Psantren Nurul Fata Kecamatan Blangpegayon yang berinisial Y sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadap santriwatinya FA (17).

Penetapan status tersangka dilakukan berdasarkan dari hasil gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian, Selasa, 26 September 2017 di ruang Kasat Reskrim Polres Gayo Lues.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama SH mengatakan, gelar perkara yang dilakukan di ruanganya itu dihadiri oleh Kanit Reskrim, dan hasil dari laporan PA selaku santriwati itu dengan LP/64/IX/2017/SPKT 6 September 2017 yang lalu.

Tanggal 6 September 2017 yang lalu, FA melaporkan ke polisi bahwa dirinya telah dianiaya oleh pimpinan pondok pesantrenya hingga pingsan dengan cara dipukuli menggunakan gagang sapu berulang kali, serta dimandikan ditengah malam, dan setalah itu, iapun melarikan diri dari pondok pesantren yang dikelolah Y dan juga sebagai pegawai di Dinas Syari’at Islam Gayo Lues dengan jabatan Kabid.

“Y selaku tersangka kita sangkakan Pasal 78 C Jo 80 (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 3,6 tahun penjara,” jelasnya.

Jika terbukti bersalah, Y juga terancam dipecat dari pekerjaanya selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta dari jabatanya sebagai Kabid pada salah satu dinas. Berdasarkan UU No 11 tahun 2017, PNS yang melanggar tindak pidana dalam jabatan akan diberhentikan meskipun baru satu hari divonis bersalah oleh pengadilan.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *