,

Anggotanya Dibacok, Seratusan Sopir Dum Truck Demo ke Dewan

Seratusan sopir dum truck menggelar aksi demo ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Kamis, 30 Agustus 2018. Mereka menuntut anggota dewan segera memberikan kejelasan tempat pengambilan galian C.

Aksi demo itu bermula dari anggota DT Dam Truck yang dibacok warga saat mengambil pasir di sungai, warga itu mengklaim bahwa sungai itu adalah miliknya dan harus membayar uang pantai terlebih dahulu ketika pasir atau batunya diambil.

Koordinator aksi Budi Aprijal meminta pihak DPRK Gayo Lues menanggapi tuntutan mereka tersebut, jika tidak, maka 100 unit mobil dum truck akan diparkirkan di kantor dewan dan sopir beserta keneknya akan tidur di ruang DPRK.

Keluhan yang disampaikan itu antara lain meminta DPRK agar memberdayakan sopir dum truck, mengondisikan lahan pengambilan pasir, batu dan tanah, menyurati masyarakat agar tidak megklaim bahwa suggai milik mereka, memberikan pemahaman bahwa sungai itu milik siapa, serta minta dijelakan di mana mobil mereka bisa  mengambil pasir dan batu.

“Mohon dikeluarkan peraturan galian C beserta solusinya, dan mohon dibentuk Pansus ke lokasi pengambilan pasir yang tidak merusak lingkugan, karena anak kami butuh makan dirumah dari hasil penjualan pasir ini,” katanya.

Syukri kordinator aksi lainya menambahkan, di daerah lain sudah ditentukan lokasi yang bisa mengambil pasir, tetapi di Gayo Lues masih belum ada, dan DPRK harus hari ini juga menentukan lokasinya supaya tidak ada lagi warga yang mengklaim bahwa sunggai itu adalah miliknya.

“Kalau memang anggota DPRK sekarang tidak bisa lagi menanggapi keluhan masyarakat seperti kita, jangan pilih lagi anggota DPR ini,” katanya dihadapan 10 anggota DPRK yang hadir menemui peserta demo tersebut.

Menanggapi hal itu Ramli Syarif anggota DPRK dari Partai Demokrat sempat menjawab keluhan peserta demo, katanya, bumi dan air dikelola oleh negara untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan peraturan, dan sunggai tidak bisa dimiliki oleh siapapun selain negara.
“Sebelum bapak-bapak datang, kami sudah bersiap-siap melakukan penyambutan, jadi kami sudah memanggil instansi yang terkait untuk dibicarakan, tapi sebaiknya kita masuk ke dalam ruangan untuk membicarakan masalah ini sehingga ada solusinya,” katanya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *