,

Anggota DPRK Gayo Lues Tolak Dana Aspirasi

BLANGKEJEREN – Abdul Wahab salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, menolak adanya dana aspirasi bagi anggota dewan. Penolakan itu disampaikannya saat menyampaikan pandangan umum pembahasan APBK 2018, Rabu, 29 November 2017 di DPRK negeri seribu bukit tersebut.

Niat menolak dana aspirasi itu kata Abdul Wahab muncul setelah ia menjumpai salah satu petani kemiri yang sedang memecahkan buah. “Coba kita pikirkan, masyarakat membutuhkan waktu lama memecah kemiri hanya mendapatkan uang lebih Rp10 ribu, sementara kita sibuk mengurus anggaran, jadi sudah seharusnya kita memikirkan masyarakat yang miskin supaya ke depan penghasilanya meningkat,” tegasnya.

Menurut Abdul Wahab, Gayo Lues masih menjadi kabupaten yang termiskin dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Ia menilai anggaran yang diusulkan masing-masing Dinas belum semuanya berpihak kepada masyarakat kecil, malah masyarak selalu dijadikan topeng.

Dana aspirasi DPRK Gayo Lues mencapai Rp 600 juta per anggota dewan per tahun dengan total Rp 12 miliar untuk 20 anggota DPRK, dan dana itu hanya sebagian kecil yang meguntungkan masyarakat, selebihnya hanya meguntungkan pejabat dinas selaku pengelola anggaran.

“Arti dari pernyataan saya tadi itu, saya menolak dana aspirasi untuk DPRK, tetapi memasukan dana aspirasi untuk masyarakat, sehingga keuntungannya mutlak untuk masyarakat,” jelasnya.

Usai menyampaikan pemandangan umum, Ketua DPRK H. Ali Husin selaku pemimpin sidang membenarkan apa yang disampaikan oleh Abdul Wahap memang dan penolakan yang dilakukan sah-sah saja.

“Tetapi Aspirasi untuk anggota DPRK Gayo Lues harus tetap dimasukan kedalam Rancangan anggaran tahun 2018, dan untuk memnuhi aspirasi rakyat bukan bearti dana aspirasi itu ditiadakan, melainkan apa keluhan warga kita masukan ke dalam anggaran tahun 2018,” katanya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *