,

Al-Habsyi Pukau Jamaah Tablig Akbar di Meukek

MEUKEK – Ribuan masyarakat Meukek, Aceh Selatan memadati lokasi acara Tabliq Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Taman Sahara, Desa Keude Meukek, Selasa malam, 20 Desember 2016. Sebagai penceramah dihadirkan Ustadz Ahmad Al-Habsyi dari Jakarta.
 
Al-Habsyi dalam ceramahnya mengupas kemuliaan Rasulullah Muhammad SAW dibandingkan dengan nabi-nabi lain, hingga mengenai ada surga di rumah, serta tujuh keajaiban orang tua sebagai bagian cara cepat sukses dunia dan akhirat. Ceramah tersebut disambut antusias ribuan jamaah yang hadir.
 
Ceramah yang disampaikan sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB didengar dan diikuti dengan tekun serta hikmat oleh jamaah tabliq akbar. Para peserta dari kaum wanita dan laki-laki dewasa tampak meneteskan air mata saat Ustadz Ahmad Al-Habsyi berbicara mengenai ujian yang sudah sangat sering diberikan Allah SWT kepada rakyat Indonesia berupa bencana alam.
 
Menurutnya, bencana alam tersebut bukan saja bentuk murka Allah SWT kepada ummat manusia karena maksiat dan kejahatan sudah merajalela, tapi lebih utama dari itu disebabkan karena sekarang ini sudah banyak anak-anak generasi muda yang melawan orang tua.
 
Padahal setiap doa orang tua itu sangat mustajabah di sisi Allah SWT. Tidak hanya doa yang baik-baik, tapi ucapan buruk yang keluar dari mulut orang tua karena merasa kesal kepada anak-anaknya pun langsung dikabulkan Allah SWT, sebagai bukti bahwa sangat mulia seorang orang tua tersebut khususnya doa dari seorang ibu.
 
“Tapi yang sering terjadi sekarang ini justru banyak anak-anak yang membangkang kepada orang tua. Bahkan ada kasus di Indonesia seorang anak melaporkan orang tuanya kepada penegak hukum hingga harus menjalani sidang di pengadilan. Ada juga anak-anak yang membunuh orang tuanya hanya gara-gara tidak mampu dipenuhi kebutuhan hidupnya. Doa seorang orang tua itu sangat mustajabah, sehingga Allah SWT menurunkan malapetaka berupa bencana alam di mana-mana yang harus turut ditanggung oleh ummat lainnya yang tidak berdosa,” papar Ahmad Al-Habsyi.
 
Dalam kesempatan itu, Ustadz Ahmad Al-Habsyi mengajak seluruh jamaah tabliq akbar untuk merenungkan melalui lubuk hati yang paling dalam apakah sejauh ini sudah membalas kebaikan seorang orang tua baik yang masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Dengan meneteskan air mata, ribuan jamaah tampak tertunduk lesu dan suasana tiba-tiba berubah menjadi hening pada malam itu. Diakhir kupasan ceramah agamanya, Ustadz Ahmad Al-Habsyi mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa sembari memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah dilakukan sehingga membuat hati orang tua tergores.
 
Sementara itu, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra dalam sambutannya mengatakan tabliq akbar menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian acara memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 71 Aceh Selatan yang jatuh pada tanggal 28 Desember 2016 mendatang.  Selain tabliq akbar, pihaknya juga akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33 tingkat kabupaten di Taman Sahara yang pembukaannya akan berlangsung 23 Desember 2016 malam.
 
“Sebagai putra Meukek, pada malam ini saya sangat berbangga hati karena acara tabliq akbar ini diikuti ribuan masyarakat Meukek. Ini membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat kita untuk meramaikan dan mendengarkan ceramah agama masih tinggi. Saya berharap jumlah masyarakat yang hadir pada malam pembukaan MTQ nanti jauh lebih banyak lagi dari malam ini,” pinta Bupati.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *