,

Akibat Proyek Irigasi, Warga Demo Kantor Camat Terangun

BLANGKEJEREN – Warga tiga desa di Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues menggelar aksi demo ke kantor Camat setempat. Pasalnya, proyek pembangunan irigasi di desa Rumpi menyebabkan air persawahan warga kering dan menyebabkan warga tidak bisa turun ke sawah.

Warga yang menggelar aksi demo pada Jumat, 30 November 2018 antara lain dari Desa Rumpi, Desa Garut, Desa Blangkuncir, serta dan warga desa lain yang air persawahanya kering akibat proyek tersebut. Para pendemo menuntut agar air secepatnya dimasukan kepersawahan karena sudah waktunya musim bercocok tanam.

Kapolsek Terangun Ipda Sugeng Riadi SH membenarkan adanya demo di Kecamatan Terangun, dan para pendemo hanya bisa bertemu dengan staf kantor Camat Terangun lantaran Camat Terangun tidak berada di tempat.

“Penyebab warga demo adalah masalah Irigasi Rumpi, warga mau turun ke sawah tetapi airnya tidak ada akibat ada pembangunan irigasi, jadi warga mendesak cepat dimasukan air kepersawahan itu, sehingga tidak gagal panen nantinya,” katanya.

Masyarakat juga menerima informasi bahwa Proyek itu dikerjakan oleh Camat Terangun, hal itu dikatakan warga kata Kapolsek saat berdiskusi mencari penyelesaian atau menampung aspirasi warga usai menggelar demo tersebut.

“Intinya warga tidak mau tau dengan pembangunan proyek itu, pokoknya air harus masuk ke persawahan supaya masyarakat bisa makan, kalau tidak masuk, warga menuntut agar diberikan kompensasi,” katanya.

Camat Terangun, Sabri, membantah bahwa proyek irigasi senilai Rp 1 miliyar itu adalah pekerjaanya, katanya, Proyek itu dikerjakan oleh Gun Desa Sepang, dan masa pengerjaanya juga belum berakhir karena waktu dalam kontrak sampai tanggal 9 Desember 2018.

“Saya sudah tanyakan kepada kontraktornya terkait proyek irigasi itu, katanya air tidak bisa dimasukan kemarin-kemarin lantaran terjadi bencana alam bertubi-tubi, jadi diusulkan penambahan waktu pengerjaan, dan hari ini sudah dimasukan alat berat ke lokasi proyek,” katanya.
Sabri mengaku, aksi demo yang dilakukan warga tidak seharusnya ke kantor camat, tetapi kekantor DPRK Gayo Lues untuk menyampaikan aspirasi. Ia menduga ada pihak ketiga yang mengompori permasalahan itu hingga terjadinya demo.

“Kalau memang ada pihak ketiga yang mengompori atau memanas-manasi masalah demo ini, mungkin permasalahanya akan berlanjut, tapi mudah-mudahan saja tidak ada yang mengompori,” ujarnya.

Beberapa hari yang lalu, polisi dari Polsek Terangun juga mengamankan satu unit jonder pertanian yang membawa mesin pengaduk semen ke lokasi proyek irigasi tersebut, dan yang membawa jonder itu juga disebut-sebut adalah Camat Terangun.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *