Akhir 2019 Prospek Ekonomi Aceh Diperkirakan Membaik

0
301

BANDA ACEH – Bank Indonesia (BI) memperkirakan prospek ekonomi Aceh akan membaik pada triwulan ketiga 2019. Secara keseluruhan diperkirakan pertumbuhan ekonomi Aceh antara 4,54 persen hingga 4,94 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh konsumsi pemerintah dan investasi. Laju inflasi pada periode yang sama diperkirakan dalam kisaran 2,70 persen higga 3,10 persen lebih rendah dibanding perkiraan triwulan sebelumnya yang 2,75 pesren hingga 3,15 persen. Meski demikian laju inflasi juga diperkirakan lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2018) yang 1,84 persen akan menjadi 2,85 persen hingga 3,25 persen di triwulan ketiga tahun 2019.

Pertumbuhan ekonomi Aceh dalam tahun 2019 masih bersumber dari konsumsi pemerintah dan investasi, dan ekspor. Sementara itu, pada triwulan ketiga 2019 pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh pada rentang 4,86 persen hingga 5,26 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan kinerja ekonomi triwulan dua 2019 yang diperkirakan tumbuh sebesar 4,64 persen hingga 5,04 persen.

Perbaikan kinerja tersebut seiring dengan peningkatan konsumsi pemerintah daerah seiring dengan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) yang lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada triwulan pertama dan kedua 2019kegiatan pengadaan berbagai proyek telah mulai dilaksanakan dan diperkirakan pada triwulan ketiga 2019 realisasi pembangunan dari peroyek-proyek tersebut sudah mulai terealisasi.

Di samping itu, angka APBA Aceh pada tahun 2019 juga tercatat meningkat sebesar 13,40 persen dari Rp15,08 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp17,10 triliun rupiah pada tahun 2019. Selain itu, dengan adanya percepatan realisasi APBA tersebut, daya beli dan pendapatan masyarakat juga diperkirakan akan meningkat (dampak multiplier) selain didorong oleh kenaikan Upah Minimum Provinsi Aceh sebesar 13,03 persen menjadi Rp2,9 juta per bulan.

Komponen lain yang diperkirakan akan mendorong kinerja ekonomi adalah investasi. Peningkatan investasi selain berasal dari proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBA dan program strategis nasional (jalan tol Banda Aceh-Sigli dan waduk Keureuto) juga berasal dari pihak swasta.

Pada tahun 2019 ini, jumlah tender proyek tercatat sebanyak 1.373 paket kegiatan pengadaan barang/jasa dengan total nilai sekitar Rp 3,5 triliun. Sementara itu, investasi dari pihak swasta pada tahun 2019 diperkirakan berasal dari pembangunan fisik berupa pendirian pabrik baru oleh perusahaan dari sektor industri pengolahan serta investasi bangunan baru dari sektor jasa akomodasi di Banda Aceh dan Aceh Tengah.

Dari sisi sektoral, peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan akan berasal dari sektor pertanian, perdagangan, pertambangan, konstruksi, dan administrasi pemerintahan. Faktor pendorong peningkatan di sektor pertanian terutama berasal dari peningkatan harga kelapa sawit dan karet seiring dengan kenaikan harga di pasar internasional dan
kesepakatan pemangkasan volume ekspor Internasional Tripartite Rubber Council (ITRC).

Dari sisi sektor pertambangan, produksi batu bara diperkirakan akan meningkat seiring dengan adanya perkiraan kenaikan target produksi dari 5 juta metric ton pada tahun 2018 menjadi 9 juta metric ton pada tahun 2019. Pasar utama komoditas tersebut diperkirakan masih berasal dari India, Thailand, dan Cina, terutama dengan adanya kendala dari industry pabrik batu bara karena isu lingkungan serta peningkatan permintaan tenaga listrik dari India.

Di sisi lain, perbaikan kinerja komoditas gas kawasan Blok A dan kawasan Pase yang sudah diproduksi pada tahun 2019 dan akan terus berlanjut hingga tahun-tahun selanjutnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here