,

Ahmadi – Sarkawi Kombinasi Ideal Umara dan Ulama

REDELONG – Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah periode 2017-2022 yang baru saja dilantik, Jumat, 14 Juli 2017 pekan lalu, Ahmadi – Sarkawi, dinilai sebagai pasangan ideal untuk memimpin dataran tinggi Gayo tersebut. Keduanya merupakan kombinasi antara umara dan ulama.

Penilaian itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim, H Firmandez. Alasannya, Ahmadi merupakan anak muda cerdas enerjik yang memimpin DPD II Golkar Bener Meriah, ia juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bener Meriah. Sementara wakilnya, Sarkawi merupakan seorang ulama yang disegani yang dipanggil sebagai Abuya.

“Ya, ini sangat ideal, Ahamdi dengan pengalamannya dalam berbagai organisasi, sementara Abuya Sarkawi dengan nilai religiusnya. Saya rasa keduanya akan mampu membangun Bener Meriah lahir dan batin menjadi daerah maju yang Islami,” ujar H Firmandez.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini melanjutkan, sebagai politisi Ahmadi harus bisa membangun ke dalam, dengan mengefektifkan kinerja pemerintahan di setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dalam percepatan pembangunan berbagai infrastruktur. Di sisi lain, Abuya Sarkawi bisa membangun sumber daya insani yang Islami untuk mendukung pembangunan. “Jadi, infrastrukturnya dibangun, masyarakatnya juga,” lanjut H Firmandez.

Selain itu, untuk menjamin berkembangnya dunia usaha di Bener Meriah, terutama di bidang perkebunan dan pertanian. Ahmadi-Sarkawi harus mampu memberi nilai tambah pada setiap komoditi yang dihasilkan daerah tersebut, terutama kopi Gayo yang sudah mendunia.

Untuk menjamin kesejahteraan petani kopi, mata rantai perdagangan harus diperpendek, agar petani tidak dipermainkan oleh tengkulak. Kalau itu dilakukan maka nilai jual yang maksimal akan dinikmati oleh masyarakat.

“Sebagai pengusaha dan politisi, Ahmadi pasti sangat memahami ini. Infrastruktur yang sudah ada harus dimaksimalkan, seperti Bandar Udara (Bandara) Rembele, saya menyarankan untuk segera dibuka gedung dan terminal kargo, apa lagi pemerintah pusat sudah memberi sinyal untuk itu,” kata H Firmandez.

Bukan itu saja, untuk menjamin kelancaran ekspor kopi dan berbgaai komoditas lainnya ke luar negeri, Balai Karantina Pertanian harus dibuka di Bener Meriah. Bila balai itu dibuka, maka rentan waktu pengurusan administrasi ekspor bisa diperpendek.

“Jadi komoditas yang akan diekspor tidak lama tertahan di gudang karena proses administrasinya sudah bisa dipersingkat. Untuk itu tentu lobi-lobi harus diintensifkan ke pusat, kami siap membantu,” saran H Firmandez.

H Firmandez juga menyarankan agar Ahmadi – Sarkawi bisa membangun iklim investasi yang kondusif di Bener Meriah, karena untuk membangun suatu daerah tidak hanya cukup dengan anggaran pemerintah saja, tapi juga perlu melibatkan sektor swasta.

“Sarana penunjang investasi juga harus dipikirkan, baik infrastruktur maupun regulasinya. Langkah-langkah strategis harus dilakukan dari sekarang,” pungkas H Firmandez. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *