,

Ahmadi Berharap Wagub Bantu Penyelesaian Sengketa Perbatasan Bener Meriah–Bireuen

REDELONG – Bupati Bener Meriah, Ahmadi berharap Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT membantu penyelesaian sengketa tapal patas antara Kabuparen Bener Meriah dengan Kabupaten Bireuen.

Permintaan itu disampaikan Ahmadi saat mendampingi Nova Iriansyah menghadiri kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Pesantren Terpadu Nurul Islam, Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime, Senin, 2 Oktober 2017.

Ahmadi menjelaskan, berkas penyelesaian sengketa perbatasan antara Kabupaten Bener Meriah dengan Kabupaten Bireuen sudah sampai ke tim fasilitasi penyelesaian sengketa di Kantor Gubernur Aceh. Diharapkan dalam waktu dekat segala persoalan bisa selesai.

“Alhamdulillah permasalahan ini sudah di meja tim fasilitasi penyelesaian perbatasan Pemerintah Aceh, mudah-mudahan sampai juga nanti di meja Pak Wakil Gubernur, dan nantinya kita harapkan ada keputusan yang arif dan bijak,”harap Ahmadi.

Ahmadi mengaku terus melakukan komunikasi dengan Bupati Bireuen H Saifannur untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Beberpa minggu lalu keduanya bertemu di Banda Aceh, bahkan sebelumnya juga dilakukan pertemuan di Jakarta yang difasilitasi oleh anggota DPR RI asal Aceh, H Firmandez.

Ahmadi meyakini sengketa perbatasan itu menjadi meruncing karena adanya provokator yang mencoba merusak stabilitas sosial di daerah perbatasan. “Pada saat kami turun ke lapangan, saya langsung mengatakan, saya didukung forkopimda mengamanahkan kepada forkopim kecamatan mencari siapa itu provokator biar kita sikat bersama-sama,” tegas bupati termuda di Aceh tersebut.

Menanggapi hal itu Nova Iriansyah menjelaskan, Gubernur Irwandi Yusuf sudah memberikan arahan kepada tim penyelesaian tapal batas. “Semua penyelesaian adalah penyelesaian terbaik, semua rakyat adalah saudara-saudara kita, tidak ada yang harus dirugikan, tidak perlu menzalimi orang lain, oleh karenanya apapun nanti keputusan yang diambil, Insyaallah rakyat Pantanlah bisa menerima keputusan yang arif, kalau ada pihak lain yang mengganggu itu adalah musuh bersama,” jelasnya.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *