,

Aceh Tengah Juara Umum Pacuan Kuda Buntul Nege

BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru resmi menutup pacuan kuda tradisional di Stadion Buntul Nege, Minggu Sore, 21 Oktober 2018. Pauan kuda yang diikuti empat kabupaten serumpun itu dimenangkan oleh kuda-kuda dari Kabupaten Aceh Tenggah, sehingga kontingen Aceh Tengah meraih juara umum.

Amru dalam sambutanya mengatakan, event pacuan kuda tradisional yang berlangsung di tanah Gayo sudah berlangsung turun temurun dari generasi ke generasi, dan sistim pacuan kudanyapun beralih megikuti perkembangan jaman.

“Pacuan kuda di tanah Gayo sudah ada sejak jaman penjajahan belanda dulu, dan hingga hari ini masih tetap digelar di Kabupaten kita ini, mudah-mudahan budaya kita ini tetap terjaga hingga ke anak cucu nantinya,” katanya.

Setiap pertandingan pacuan kuda, masing-masing kabupaten biasanya mengirimka kuda perkasanya untuk lomba lari, dan pemenangnya diberikan hadiah sesuai dengan nomor urutnya, mulai dari Rp 6 juta untuk hadiah juara satu hingga Rp 12 juta untuk kuda juara satu yang kelasnya lebih tinggi.

Keempat Kabupaten serumpun yang mengikuti event pacuan kuda setiap tahunya adalah Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggah, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tenggara, dan event pacuan kuda tradisional itu digelar di setiap kabupaten secara bergantian dengan menggudang kuda dari kabupaten lainya. “Pacuan kuda merupakan budaya nenenek moyang kita yang harus dilestarikan,” pungkas Amru.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *