,

Aceh Selatan Terancam Kehilangan Dana Insentif Daerah

TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan terancam kehilangan Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2019. Hal itu diungkapkan tenaga ahli Pemkab Aceh Selatan, Elly Supriadi.

Menurutnya, hal itu terjadi karena Pemkab Aceh Selatan sebelumnya menjalankan program pembangunan daerah yang tidak berbasis data, serta tidak sinkron dengan RPJM Aceh dan RPJM Nasional.

“Sesuai rancangan RAPBN 2019 yang sedang digodok oleh pemerintah pusat dan DPR RI, alokasi DAK untuk Aceh Selatan terjadi pengurangan cukup signifikan. Bahkan terancam kehilangan alokasi DID tahun 2019. Artinya jatah mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 40 miliar lebih jadi hilang percuma,” ungkapnya saat konsultasi publik RPJM Aceh Selatan 2018-2023 di Aula Dinas Pariwisata, Tapaktuan, Kamis, 1 November 2018.

Akademisi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh ini menyatakan,  keberhasilan menjalankan program kerja tak bisa semata-mata dinilai dari banyaknya jumlah fasilitas infrastruktur yang telah dibangun atau jumlah sumber daya manusia yang telah mengikuti pelatihan. Tapi juga dinilai sejauh mana manfaat yang telah dan akan dirasakan oleh masyarakat.

Makanya, kata dia, dalam penyusunan RPJMK 2018-2023, pihaknya bersama Bappeda makin mempertajam dan memfokuskan arah kebijakan pembangunan Aceh Selatan lima tahun ke depan berbasis data melalui kajian dan analisis yang matang serta berdasarkan kebutuhan skalaprioritas.
“Semangat yang ingin kita bangun adalah program pembangunan tak lagi berdasarkan wacana atau gagasan yang lahir tiba-tiba. Tapi segala sesuatunya harus melalui kajian dan analisis berbasis data,” tegasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *