,

Aceh Selatan Bangun Cold Storage Berkapasitas 100 Ton

Aceh Selatan Bangun Cold Storage

TAPAKTUAN – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Selatan sedang membangun cold storage (tempat pendingin ikan) berkapasitas 100 ton di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar mengatakan, bangunan cold storage yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan sumber APBN tahun 2017 sebesar Rp 15 miliar lebih tersebut merupakan jenis cold storage termodern kelas internasional.

“Bisa dibilang proyek ini yang pertama ada di Aceh. Memang program serupa juga digagas di Kabupaten Simeulue tahun 2017 ini, namun realisasinya lebih cepat Aceh Selatan,” kata Cut Yusminar kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis, 23 November 2017.

Proyek yang sepenuhnya didanai melalui sumber APBN ini, lanjut Cut Yusminar, langsung dilelang di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan pemenang lelang proyek tersebut merupakan salah satu perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sejauh ini realisasi pekerjaan proyek tersebut sudah mencapai 60 persen lebih dan ditargetkan akan selesai pada akhir bulan Desember 2017. “Infrastruktur untuk menunjang sektor kelautan ini direncanakan akan difungsikan pada bulan Januari 2018,” ujarnya.

Keberhasilan membangun mega proyek cold storage tercanggih tersebut tidak terlepas dari upaya lobi dan diplomasi yang dibangun pihaknya dengan pihak-pihak terkait di Jakarta. Selain membangun komunikasi dan koordinasi yang intens dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, pihaknya juga melakukan lobi anggaran yang maksimal dengan komisi terkait di DPR RI.

“Kebetulan beberapa pejabat penting di Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan kawan kuliah saya dulu, sehingga lobi-lobi yang kami lakukan selama ini lebih mudah,” ungkapnya.

Selain telah berhasil melobi proyek tersebut, sambung Cut Yusminar, pihaknya juga telah berhasil melobi proyek cold storage berkapasitas 50 ton di PPI Labuhanhaji dan Cold Storage 10 ton di PPI Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang juga sumber APBN tahun 2016 lalu. “Cold storage yang di PPI Labuhanhaji dan Lhok Pawoh tersebut, Alhamdulillah saat ini sudah mulai beroperasi,” jelasnya.

Dia berharap dengan telah adanya fasilitas cold storage tersebut, dapat menambah dan meningkatkan perekonomian para nelayan di daerah itu. Karena hasil produksi tangkapan ikan nelayan yang melimpah sudah dapat disimpan dan diawetkan dalam mesin pendingin ikan tersebut.

“Selama ini para nelayan sering menanggung kerugian besar karena terpaksa harus melepaskan ikan segar ke agen pengumpul di Medan, Sumatera Utara secara cepat-cepat meskipun kondisi harga sedang murah (turun). Namun setelah ada mesin pendingin ikan ini, maka hasil tangkapan ikan nelayan sudah bisa disimpan dalam jangka waktu lama disaat harganya sedang turun,” papar Cut Yusminar.

Berdasarkan catatan pihaknya, hasil produksi tangkapan ikan segar oleh nelayan Aceh Selatan mencapai ratusan ton setiap bulannya. Ikan-ikan tersebut, kata dia, merupakan terdiri dari jenis ikan kualitas super yang bisa di ekspor ke luar Negeri.

“Kabupaten Aceh Selatan yang memiliki garis pantai terpanjang di Aceh memiliki potensi sumber daya alam sektor kelautan sangat melimpah ruah. Makanya kami memprioritaskan pembangunan sejumlah fasilitas infrastruktur untuk menunjang sektor tersebut,” pungkasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *