,

Aceh Masih Rawan Krisis Pangan dan Energi

BANDA ACEH – Aceh dinilai masih rawan krisis pangan dan energi. Pembangunan di Aceh masih bergantung pada anggaran daerah karena sektor swasta tidak berkembang.

Penilaian itu disampaikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam sambutannya usai dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo atas nama Presiden Republik Indonesia, Rabu, 5 Juli 2017 dalam rapat paripurna istimewa DPR Aceh di gedung utama DPRA, Banda Aceh.

Menurut Irwandi Yusuf, pembangunan ekonomi Aceh belum disertai dengan kemampuan produksi dan industri. “Infrastruktur belum merata, ketimpangan pendapatan masih membentuk jurang yang menganga, sumber daya manusia Aceh yang cakap dan terampil masih jarang, tingkat kesehatan ibu dan anak masih berada di daftar terbawah dibandingkan daerah lainnya, semua ini adalah problem nyata Aceh hari ini,” katanya.

Karena itu kata Irwandi, Aceh harus dibangun dengan konsep yang tepat dengan ikut mempertimbangkan potensi ekonomi kawasan, baik di Selat Malaka dan Asia Tenggara maupun di tingkat dunia.

“Aceh mempersiapkan fondasi ekonomi baru yang lebih kokoh untuk pembangunan yang berkelanjutan dengan menyiapkan strategi daya tahan pangan dan energi yang ramah lingkungan, agar terus mampu menopang kehidupan masyarakat Aceh dari generasi ke generasi,” jelasnya.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *