,

Aceh Kekurangan Listrik 55 Mega Watt

BANDA ACEH – Suplay listrik di Aceh baru sebesar 317, kurang 55 mega watt dari kebutuhan yang mencapai 372 mega watt.

Hal itu diungkapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat melakukan peletakan batu pertama dan meresmikan pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng berkapasitas 275/150 kV, di Bakoy Aceh Besar, Jumat 25 Agustus 2017.

Gubernur berharap pembangunan gardu milik PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagut UPP Jaringan Aceh itu bisa menjawab persoalan krisis listrik di Provinsi Aceh.

“Aceh punya kebutuhan 372 Mw dan selama ini hanya mampu disuplai sebesar 317 Mw. Semoga dengan pembangunan gardu Ulee Kareng bisa mengatasi kelangkaan listrik di Aceh,” kata Irwandi.

Pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng merupakan rangkaian pembangunan tol listrik Sumatera yang pembangunannya dimulai dari Lampung hingga Aceh. Rangkaian tol listrik di Aceh dimulai dari pembangunan gardu induk dari Pangkalan Susu ke Lhokseumawe, berlanjut ke Sigli hingga tersambung ke gardu Ulee Kareng.

Pada kesempatan yang sama, General Manager UIP Sumbagut, Jurlian Sitanggang menyebutkan peresmian gardu Induk Ulee Kareng merupakan sebuah momen monumental. Di mana, hal tersebut menandai sampainya tol listrik Sumatera yang pembangunannya dimulai dari Lampung sampai Aceh. “Pembangunan ini adalah bagian dari program 35.000 Mw yang dicanangkan peemrintah,” jelasnya.

Jika pembebasan lahan tidak berlarut, Jurlian menyebutkan pada Maret 2018 mendatang, pembangunan tol listrik untuk Provinsi Aceh akan selesai. Ikut hadir dalam peresmian itu GM PLN Aceh Jefri Rosiadi, Sekda Aceh Dermawan MM, Asisten III Syaiba Ibrahim, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Kabinda Aceh Ruruh Setya Wibawa dan Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Aceh T. Bahrul Khalid.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *